Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dokter Ungkap Cara Bantu Redakan Vertigo Posisi Tanpa Obat

Niko Prayoga , Jurnalis-Minggu, 09 Agustus 2026 |15:03 WIB
Dokter Ungkap Cara Bantu Redakan Vertigo Posisi Tanpa Obat
Ilustrasi vertigo posisi. (Foto: dok Magnific/8photo)
A
A
A

“Ini salah satu gerakan buat bantu ngatasinnya tanpa obat. Cek dulu pas tiduran miring ke sisi mana yang paling muter. Nah, itu sisi yang kemungkinan kena. Kita contohin yang kanan. Aturannya tiap ganti posisi tahan sampai pusing reda. Kalau emang nggak kerasa pusing, tahan 15 detik," katanya.

Secara bertahap, latihan fisik ini dapat dipraktikkan dengan lima urutan langkah sederhana:

  • Posisi Awal: Ambil posisi berlutut, kemudian posisikan kepala mendongak ke arah atas.
  • Posisi Menunduk: Turunkan kepala hingga menyentuh lantai seperti hendak berguling ke depan, lalu tekuk dagu sedalam mungkin menempel ke dada. Apabila sensasi berputar muncul, tahan posisi tersebut hingga rasa pusing mereda sepenuhnya.
  • Menoleh: Tanpa merubah atau mengangkat posisi kepala dari lantai, tolehkan wajah ke arah siku kanan (sesuai contoh sisi yang terdampak).
  • Mengangkat Punggung: Dengan posisi wajah tetap menengok ke kanan, angkat punggung secara perlahan hingga posisinya sejajar dengan lantai.
  • Kembali Tegak: Bangun ke posisi duduk tegak, kemudian kembalikan posisi wajah lurus ke depan.

Dokter Cecep menuturkan, apabila ingin mengulang rangkaian gerakan tersebut, disarankan untuk memberikan jeda waktu istirahat sekitar 15 menit. Secara ilmiah, latihan ini bekerja dengan mengembalikan posisi materi mikroskopis yang terlepas di dalam organ pendengaran.

"Kok bisa bantu? Pada vertigo posisi, ada kristal kecil di telinga dalam yang bisa lepas dan pindah ke tempat yang salah. Pas kepala gerak, sinyal ke otak jadi nggak sesuai. Nah, gerakan tadi manfaatin gravitasi buat ngarahin kristalnya balik ke tempat asal," tutur dr. Cecep.

Efektivitas manuver mandiri ini didasari oleh pemahaman bahwa pemulihan BPPV memerlukan pendekatan mekanis ketimbang kimiawi. Penggunaan obat-obatan sering kali hanya meredam gejala sementara tanpa memindahkan posisi kristal telinga ke tempat yang seharusnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement