Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dokter Ungkap Sulitnya Dapat Donor Jantung di Indonesia

Niko Prayoga , Jurnalis-Selasa, 04 Agustus 2026 |16:10 WIB
Dokter Ungkap Sulitnya Dapat Donor Jantung di Indonesia
Dokter Ungkap Sulitnya Dapat Donor Jantung di Indonesia (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA — Kasus gagal jantung stadium lanjut masih menjadi tantangan medis yang cukup berat di Indonesia maupun dunia. Kondisi ini diperparah oleh krisis ketersediaan donor organ jantung yang sangat minim, sehingga angka harapan hidup atau kesintasan (survival rate) pasien gagal jantung berada pada level yang mengkhawatirkan.

Dokter Spesialis Bedah Jantung RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr. M. Azra Putra mengungkapkan bahwa kelangkaan donor jantung terjadi karena karakteristiknya yang cukup sensitif. Dimana donor jantung harus menunggu dari seseorang yang sudah meninggal dan memang memiliki kecocokan.

“Masalah di seluruh dunia itu kena donor. Kalau ginjal ada dua dalam satu orang, jadi satunya bisa didonorkan. Kalau hati juga hampir sebagian itu bisa didonorkan, tapi jantung nggak mungkin. Kita ambil jantungnya, orang yang jadi donor pasti meninggal. Artinya perlu orang yang memang benar-benar sudah mati batang otak jadi donor," kata dr. Azra.

Donor Jantung

Ia menyebut, akibat keterbatasan donor tersebut, angka kesintasan penderita gagal jantung relatif sangat rendah. Di kawasan Asia Pasifik maupun secara global, tingkat bertahan hidup pasien gagal jantung dalam kurun waktu satu tahun hanya mencapai 15 sampai 30 persen di seluruh dunia. Hal itu menunjukkan bahwa dalam satu tahun hanya 1,5 atau tiga dari 10 orang yang bertahan.

Di Indonesia, estimasi penderita gagal jantung terbilang cukup besar, yakni mencapai sekitar lima persen dari total populasi yang didominasi oleh kelompok usia dewasa. Penyebab utamanya bervariasi, mulai dari Penyakit Jantung Koroner (PJK) akibat gaya hidup seperti merokok dan kolesterol tinggi hingga infeksi, penyakit autoimun, serta kardiomiopati atau pelemahan otot jantung.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement