JAKARTA - Pernahkah saat kamu merasa setelah liburan justru butuh liburan lagi? Liburan malah terasa melelahkan secara fisik dan mental saat kembali beraktivitas.
Nah, belakangan ini tren jalan-jalan sudah mulai bergeser. Masyarakat cenderung lebih memilih wellness retreat daripada sekadar liburan biasa. Wellness retreat adalah liburan yang fokus utamanya murni untuk pemulihan diri, baik secara fisik, mental, maupun emosional. Tak ada lagi drama lari-larian mengejar jadwal tur atau sekadar FOMO cari spot viral.
Di tengah rutinitas kerja yang bikin burnout, tubuh dan otak butuh tombol reset. Liburan biasa kadang cuma memindahkan stres dari kantor ke tempat wisata. Di wellness retreat, kamu akan diajak untuk mempraktikkan slow living.
Ternyata, klaim soal healing ini bukan sekadar sugesti atau tren musiman. Ada sains di baliknya. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Alternative and Complementary Medicine mengamati efek liburan wellness retreat.
Hasilnya menunjukkan bahwa peserta mengalami penurunan drastis pada tingkat stres, kecemasan, dan depresi hanya dalam waktu satu minggu. Yang paling menarik, efek positif dan ketenangan emosional ini tetap bertahan hingga beberapa bulan setelah mereka kembali ke rutinitas normal!
Wellness retreat mungkin terdengar membosankan. Padahal faktanya, wellness retreat punya kegiatan yang dirancang supaya kamu bisa memanjakan diri secara maksimal, seperti:
Beberapa program wellnes retreat bakal minta kamu menanggalkan gadget. Awalnya mungkin tak tahan ingin segera cek media sosial, tapi setelahnya, otak bakal terasa jauh lebih ringan.