Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perlukah Parenting dengan Reward dan Punishment untuk Anak?

Agustina Wulandari , Jurnalis-Rabu, 03 Juni 2026 |17:00 WIB
Perlukah Parenting dengan Reward dan Punishment untuk Anak?
Ilustrasi reward and punishment untuk anak. (Foto: dok Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Parenting atau gaya mendidik anak dari setiap orangtua tentu berbeda. Untuk sebagian generasi milenial merasa pernah dididik dalam parenting VOC. Maksudnya adalah cara mendidik dengan keras dan tegas, sehingga anak menjadi lebih penurut dan mengerti batasannya.

Meski begitu, tak sedikit orangtua yang punya cara mendidik dengan memberikan reward dan punishment. Cara tersebut dinilai efektif untuk beberapa anak, karena dengan begitu anak jadi lebih bisa diarahkan.

Menurut akun TikTok @naa_dosen, seorang dosen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan tutor bimbel, menyatakan bahwa dirinya sangat setuju dengan cara mendidik memberikan reward dan punishment untuk anak. 

Menurutnya, reward itu membuat anak merasa dihargai. Reward atau hadiah itu tak selalu benda. Tapi ketika orangtua bisa memberi pujian dari apa yang telah dilakukan oleh anak itu sudah menjadi hadiah yang luar biasa.

“Contohnya anak mau membuang sampah pada tempatnya, di mana perilaku tersebut adalah perilaku yang positif, maka orangtua bisa memberikan reward berupa pujian, seperti ucapan terima kasih karena sudah melakukan kebaikan untuk dirinya sendiri dan lingkungan,” ujarnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement