Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anak Menangis saat Pertama Sekolah? Ini Cara Bantu Beradaptasi Tanpa Drama

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Selasa, 14 Juli 2026 |08:18 WIB
Anak Menangis saat Pertama Sekolah? Ini Cara Bantu Beradaptasi Tanpa Drama
Anak Menangis saat Pertama Sekolah? Ini Cara Membantunya Beradaptasi Tanpa Drama (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA – Hari pertama sekolah menjadi momen yang membahagiakan sekaligus menegangkan, baik bagi anak maupun orang tua. Tidak sedikit anak yang menangis, takut berpisah dengan orang tua, atau menolak masuk kelas karena belum terbiasa berada di lingkungan baru.

Kondisi ini sebenarnya wajar, terutama bagi anak yang baru pertama kali memasuki sekolah. Dengan persiapan yang tepat, orang tua dapat membantu si kecil menjalani masa transisi dengan lebih nyaman sehingga rasa cemas berkurang dan proses adaptasi menjadi lebih mudah.

Mengapa anak sering menangis di hari pertama sekolah?

Bagi banyak anak, sekolah merupakan pengalaman pertama berada jauh dari rumah dan orang tua dalam waktu yang cukup lama. Lingkungan baru, guru yang belum dikenal, serta teman-teman baru bisa memicu rasa takut, cemas, atau bingung, demikian dilansir dari laman Lightbridge Academy.

Di sisi lain, orang tua juga sering merasakan kecemasan yang sama. Tanpa disadari, kegelisahan tersebut bisa terbaca oleh anak sehingga membuat mereka semakin sulit berpisah.

Karena itu, orang tua perlu menunjukkan sikap tenang dan optimistis agar anak merasa sekolah adalah tempat yang aman dan menyenangkan.

Cara membantu anak lebih siap menghadapi hari pertama sekolah

1. Kenalkan sekolah sebelum hari pertama

Jika memungkinkan, ajak anak mengunjungi sekolah beberapa hari sebelumnya. Perlihatkan ruang kelas, halaman bermain, hingga lokasi toilet agar ia lebih mengenal lingkungan barunya.

Bertemu dengan guru juga dapat membantu anak merasa lebih akrab saat hari pertama tiba.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement