JAKARTA - Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, kembali membagikan edukasi kesehatan melalui Instagram lewat konten Budi Gemar Sharing (#BGS). Selain merekomendasikan menu sehat untuk berbuka, ia juga membagikan trik memenuhi kebutuhan cairan tubuh selama menjalankan ibadah puasa.
Pada dasarnya, tubuh membutuhkan sekitar 2–2,5 liter air per hari agar tidak mengalami dehidrasi. Namun saat berpuasa, waktu minum terbatas hanya dari berbuka hingga sahur. Akibatnya, banyak orang mengalami bibir kering atau pecah-pecah sebagai tanda kurang cairan.
“Memang di puasa kita enggak boleh minum. Tapi teman-teman mesti ingat, jumlah asupan air yang kita minum sehari enggak boleh dikurangin,” ujarnya.
Untuk menyiasati keterbatasan waktu minum, Budi membagikan pola sederhana “2-4-2”, yaitu:
1. Dua gelas saat berbuka
Satu gelas saat azan magrib atau ketika membatalkan puasa
Satu gelas setelah selesai makan berbuka
2. Empat gelas pada malam hari
Satu gelas setelah makan malam
Satu hingga dua gelas setelah salat tarawih
Satu gelas sebelum tidur
3. Dua gelas saat sahur
Satu gelas saat bangun sahur
Satu gelas setelah selesai makan sahur
Dengan pola tersebut, kebutuhan minimal delapan gelas atau sekitar dua liter air per hari tetap bisa terpenuhi tanpa terasa berat.
Menjaga kecukupan cairan sangat penting untuk mencegah dehidrasi yang dapat memicu lemas, sakit kepala, sulit konsentrasi, hingga gangguan pencernaan.
“Selama puasa kita tetap harus minum minimal delapan gelas atau dua liter air per hari agar tidak dehidrasi,” pesannya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.