JAKARTA - Anak-anak sebenarnya sudah bisa mulai belajar berpuasa sejak usia dini. Namun, prosesnya harus dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kesiapan fisik maupun psikologis mereka.
Ahli gizi Ihda Hanifatun Nisa menjelaskan bahwa secara medis tidak ada batas usia baku bagi anak untuk mulai berpuasa. Namun, dari sisi fisiologi dan kebutuhan gizi, anak dapat mulai belajar puasa secara bertahap pada usia 4–7 tahun dengan durasi terbatas.
“Puasa penuh lebih aman dilakukan saat usia sekolah dasar akhir, sekitar 7–11 tahun, ketika cadangan energi, kemampuan regulasi gula darah, dan pemahaman anak sudah lebih matang,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (2/3/2026).
Menurut Ihda, kesiapan anak tidak hanya ditentukan oleh umur. Beberapa faktor lain juga perlu diperhatikan, seperti:
Orang tua bisa memantau respons fisik dan perilaku anak selama berpuasa. Tanda-tanda anak masih dalam kondisi aman antara lain:
Sebaliknya, jika anak terlihat sangat pucat, gemetar, pusing, atau sulit fokus sebelum waktu berbuka, itu bisa menjadi tanda bahwa ia belum mampu menjalani puasa penuh.
Ihda juga menegaskan bahwa secara agama, membatalkan puasa pada anak yang belum baligh demi menjaga kesehatan tidak dianggap berdosa.
“Justru sejalan dengan prinsip menjaga jiwa (hifz an-nafs),” katanya.
Dengan pendampingan yang tepat, orang tua dapat membantu anak belajar berpuasa secara aman, sehat, dan menyenangkan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.