6. Beri pujian yang spesifik
Daripada hanya berkata “Hebat!”, lebih baik jelaskan apa yang membuat Anda bangga. Contohnya, “Ayah lihat kamu merapikan mainan sendiri, itu keren.”
7. Luangkan waktu untuk bersenang-senang bersama
Ngobrol santai, bercanda, dan tertawa bersama anak bisa mempererat hubungan. Nikmati momen kecil bersama mereka tanpa menghakimi.
8. Kritik perilakunya, bukan anaknya
Jika anak berbuat salah, fokuslah pada tindakannya. Misalnya, ganti kalimat “Kamu berantakan” menjadi “Ibu tidak suka kalau mainan dibiarkan di lantai.”
9. Beri contoh yang baik
Anak belajar dari apa yang orang tua lakukan. Perilaku orang tua sehari-hari akan ditiru anak. Pastikan juga menepati janji agar anak belajar tentang kepercayaan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)