JAKARTA – Publik dikejutkan dengan maraknya penyalahgunaan whip pink atau yang kerap disebut sebagai “gas tawa”. Fenomena ini kembali menjadi sorotan setelah tabung whip pink ditemukan di kamar selebgram Lula Lahfah yang meninggal dunia akibat henti jantung. Sejak saat itu, perhatian masyarakat tertuju pada bahaya di balik tren menghirup gas tersebut yang diklaim dapat menimbulkan sensasi “melayang” dan rasa bahagia sesaat.
Di kalangan tertentu, whip pink disalahgunakan untuk mendapatkan lonjakan dopamin instan. Efeknya disebut-sebut mampu membuat pikiran terasa ringan, euforia, dan seolah terlepas dari beban masalah. Padahal, di balik sensasi singkat tersebut, terdapat risiko serius terhadap kesehatan mental dan fungsi otak.
Perlu diketahui, whip pink sejatinya adalah tabung gas charger yang berisi Nitrous Oxide (N₂O). Dalam dunia kuliner, gas ini legal dan digunakan untuk mengubah krim cair menjadi whipped cream secara instan. Namun, ketika zat tersebut dihirup langsung oleh manusia tanpa pengawasan medis, penggunaannya masuk dalam kategori penyalahgunaan.
Psikolog klinis forensik, Kasandra Putranto, menjelaskan bahwa Nitrous Oxide dalam konteks medis berfungsi sebagai anestesi ringan dan pereda nyeri. Penggunaannya pun dilakukan dengan dosis ketat serta pengawasan tenaga kesehatan. Masalah muncul ketika zat ini digunakan di luar fungsi medis dan dikonsumsi berulang demi mengejar efek psikologis tertentu.
“Whip pink yang dikenal sebagai ‘gas tertawa’ umumnya berisi nitrous oxide (N₂O), zat yang dalam dunia medis digunakan sebagai anestesi ringan. Namun, ketika disalahgunakan atau digunakan secara berlebihan di luar pengawasan medis, zat ini dapat menimbulkan dampak psikologis yang signifikan,” ujar Kasandra saat diwawancarai, Sabtu (31/1/2026).
Kasandra menerangkan, secara biologis Nitrous Oxide bekerja dengan memengaruhi sistem saraf pusat. Zat ini memicu pelepasan dopamin secara cepat, yakni neurotransmiter yang berperan penting dalam sistem penghargaan otak dan rasa senang. Lonjakan dopamin inilah yang menimbulkan sensasi euforia singkat, tawa spontan, hingga perasaan “melayang”.