3. Kerusakan Ginjal
Konsumsi protein berlebihan dapat memberi beban tambahan pada ginjal, karena organ ini bertugas menyaring sisa hasil metabolisme protein dari darah. Dalam jangka panjang, tekanan ini berpotensi mempercepat penurunan fungsi ginjal, terutama pada orang yang sudah memiliki gangguan ginjal sebelumnya.
4. Peningkatan Stres pada Tubuh
Tubuh tidak selalu mampu menggunakan protein berlebih secara efisien. Akibatnya, metabolisme protein dalam jumlah besar dapat menyebabkan stres metabolik yang memengaruhi organ seperti hati, ginjal, dan tulang.
5. Tekanan Darah Tinggi
Asupan protein yang terlalu tinggi dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Hipertensi sendiri merupakan faktor risiko utama untuk berbagai penyakit serius seperti penyakit jantung dan stroke.
Risiko ini bisa semakin besar jika pola makan tinggi protein juga tinggi garam atau rendah nutrisi pelindung seperti kalium dan serat.
Protein memang memiliki peran penting bagi kesehatan, namun mengonsumsinya secara berlebihan justru dapat menimbulkan dampak negatif. Mulai dari gangguan pencernaan, tekanan pada ginjal, hingga peningkatan risiko penyakit kronis, semua ini menegaskan pentingnya keseimbangan dalam pola makan.
Untuk itu para ahli menyarankan agar konsumsi protein disesuaikan dengan usia, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan masing-masing, serta tetap dikombinasikan dengan nutrisi lain agar tubuh tetap sehat secara menyeluruh.
(Rani Hardjanti)