Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bahaya Terlalu Banyak Konsumsi Protein, Ini 5 Dampaknya

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Senin, 26 Januari 2026 |12:02 WIB
Bahaya Terlalu Banyak Konsumsi Protein, Ini 5 Dampaknya
Bahaya Terlalu Banyak Konsumsi Protein, Ini 5 Dampaknya. (Ilustrasi: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Protein merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk membangun otot, memperbaiki jaringan, serta mendukung berbagai fungsi metabolisme. Namun konsumsi protein yang berlebihan, terutama jika dilakukan terus-menerus dapat memicu sejumlah efek samping kesehatan. 

Kondisi ini lebih berisiko pada orang dengan masalah kesehatan tertentu atau pola makan yang tidak seimbang. Berikut ini adalah lima efek samping utama akibat konsumsi protein berlebihan:

1. Meningkatkan Risiko Penyakit Tertentu

Asupan protein yang terlalu tinggi, khususnya dari sumber tertentu berisiko meningkatkan penyakit kronis. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pola makan tinggi protein dalam jangka panjang dapat mengakibatkan penyakit jantung koroner maupun jenis kanker tertentu.

Risiko ini bisa meningkat jika asupan protein tidak diimbangi dengan sayur, buah, dan sumber nutrisi lain.

Waspada! Ini 6 Bahaya Terlalu Banyak Makan Protein

2. Masalah Gastrointestinal

Diet tinggi protein sering kali menyebabkan gangguan pencernaan, terutama jika asupan serat menjadi rendah. Kondisi ini dapat memicu sembelit, perut kembung, gas berlebih, hingga rasa tidak nyaman pada saluran cerna. 

Hal ini terjadi karena sistem pencernaan harus bekerja lebih keras untuk memproses protein dalam jumlah besar, sementara kurangnya serat memperlambat pergerakan usus.

 

3. Kerusakan Ginjal

Konsumsi protein berlebihan dapat memberi beban tambahan pada ginjal, karena organ ini bertugas menyaring sisa hasil metabolisme protein dari darah. Dalam jangka panjang, tekanan ini berpotensi mempercepat penurunan fungsi ginjal, terutama pada orang yang sudah memiliki gangguan ginjal sebelumnya. 

4. Peningkatan Stres pada Tubuh

Tubuh tidak selalu mampu menggunakan protein berlebih secara efisien. Akibatnya, metabolisme protein dalam jumlah besar dapat menyebabkan stres metabolik yang memengaruhi organ seperti hati, ginjal, dan tulang. 

5. Tekanan Darah Tinggi

Asupan protein yang terlalu tinggi dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Hipertensi sendiri merupakan faktor risiko utama untuk berbagai penyakit serius seperti penyakit jantung dan stroke. 

Risiko ini bisa semakin besar jika pola makan tinggi protein juga tinggi garam atau rendah nutrisi pelindung seperti kalium dan serat.

Protein memang memiliki peran penting bagi kesehatan, namun mengonsumsinya secara berlebihan justru dapat menimbulkan dampak negatif. Mulai dari gangguan pencernaan, tekanan pada ginjal, hingga peningkatan risiko penyakit kronis, semua ini menegaskan pentingnya keseimbangan dalam pola makan. 

Untuk itu para ahli menyarankan agar konsumsi protein disesuaikan dengan usia, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan masing-masing, serta tetap dikombinasikan dengan nutrisi lain agar tubuh tetap sehat secara menyeluruh.

(Rani Hardjanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement