JAKARTA – Para wisatawan yang mengunjungi kawasan wisata Phuket, Thailand, diimbau untuk menghindari interaksi langsung dengan monyet liar. Pasalnya, gigitan monyet dapat membawa risiko penularan rabies.
Jika terpapar, penyakit ini bisa berakibat fatal apabila tidak segera ditangani. Peringatan tersebut disampaikan oleh pihak berwenang dan relawan setempat setelah beberapa wisatawan melaporkan insiden gigitan dan cakaran monyet dalam beberapa minggu terakhir.
Monyet yang tampak jinak juga bisa menjadi agresif jika merasa terancam atau cemas, terutama ketika pengunjung mencoba memberi makanan. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya gigitan atau cakaran.
Petugas wisata di Phuket menegaskan larangan memberi makan atau mendekati monyet liar karena kebiasaan tersebut dapat memicu perilaku agresif. Pihak berwenang juga telah memasang sejumlah papan peringatan di titik-titik wisata yang sering dikunjungi turis untuk mengingatkan pengunjung agar menjaga jarak dan tidak berinteraksi dengan satwa liar.
Rabies merupakan penyakit virus yang menyebar melalui air liur hewan yang terinfeksi, umumnya lewat gigitan atau cakaran terbuka. Jika tidak ditangani segera dengan perawatan medis, rabies hampir selalu berakibat fatal setelah gejala muncul.
Jika seseorang tergigit hewan yang diduga terinfeksi rabies, luka harus segera dibersihkan dan korban wajib mencari pertolongan medis secepat mungkin.
Selain rabies, luka gigitan juga berisiko terinfeksi bakteri dan virus lain apabila tidak dirawat dengan benar, sehingga penanganan awal yang cepat sangat krusial. Pulau Phi Phi dan sejumlah lokasi wisata lain di sekitar Phuket dikenal sebagai kawasan wisata alam populer yang sering menjadi habitat monyet liar.
Namun, karena monyet merupakan satwa liar, interaksi dengan manusia tetap berisiko, terutama jika wisatawan mencoba berfoto dari jarak dekat tanpa memperhatikan peringatan. Wisatawan pun diingatkan untuk selalu mengutamakan keselamatan selama berwisata.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)