Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Merencanakan Keuangan Sejak Dini, Mengapa Tidak?

Fakultas Psikologi Universitas Indonesia , Jurnalis-Selasa, 13 Januari 2026 |14:25 WIB
Merencanakan Keuangan Sejak Dini, Mengapa Tidak?
Merencanakan Keuangan Sejak Dini, Mengapa Tidak? (Foto: Freepik)
A
A
A

1.  Mengutamakan ‘kebutuhan’ di atas ‘keinginan’.

‘Keinginan’ adalah segala sesuatu yang kita sukai tetapi tidak kita butuhkan. Adapun ‘kebutuhan’ adalah segala sesuatu yang terkait dengan kebutuhan dasar. Hidup akan terganggu apabila kita tidak memilikinya. Keinginan tak ada batasnya. Ia bisa muncul kapan saja, dan dalam sitausi apapun. Bahkan ketika sedang melihat sosial media, bisa saja muncul keinginan untuk membeli barang tertentu. Lebih banyak mengikuti keinginan, hampir pasti membuat kita lebih boros! Maka, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mengutamakan membeli kebutuhan, adalah kunci pertama dari pengelolaan keuangan.

2. Mencatat pemasukan dan pengeluaran.

Mencatat pemasukan dan pengeluaran sehari-hari  dapat membantu kita untuk mengawasi kondisi keuangan kita. Pemasukan yang dimaksud di sini bukan sekadar gaji tetap, namun juga bonus, penghasilan sampingan, atau keuntungan investasi yang kita miliki. Tanpa pencatatan pemasukan dan pengeluaran, seringkali kita menjadi terlena dan mengeluarkan uang kita tanpa berpikir panjang.

3. Menabung di awal dan menerapkan prinsip 50:30:20.

Menabung tetap perlu dilakukan. Alih-alih melakukannya dengan sisa pemasukan, lakukan hal ini segera setelah menerima penghasilan. Coba terapkan prinsip 50:30:20 dalam mengatur penghasilan kita: 50% untuk kebutuhan pokok sehari-hari (makanan, transportasi, pulsa, dll), 30% untuk keinginan (hiburan, fashion, nongkrong di kafe, liburan dll), dan 20% dialokasikan untuk tabungan (apakah untuk studi lanjut, investasi, kebutuhan mendesak, dll).  Artinya, segera sisihkan 20% dari pemasukan untuk segera ditabung ya.

Demikian 3 tips yang bisa dicoba untuk bisa tetap YOLO, namun tanpa mengabaikan kebutuhan dan berbagai kemungkinan di masa mendatang. Ada satu lagi yang juga bisa dipertimbangkan, adalah dengan memeroleh uang tambahan melalui berbagai kegiatan kreatif, dengan memanfaatkan asset yang dimiliki. Misalnya menjadi affiliate atau dropshipper toko online, menjual hasil karya atau hobi memasakmu, atau menjual foto digital. Selamat mencoba!

Penulis:

Mona Ridho Sidjabat, S.E., MBA.

Maria Novembrina Dewi Embun Pramana, S.Psi

Fitri Fausiah, M.Psi., M.Phil., Psikolog 

(Rani Hardjanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement