JAKARTA - Bawang putih sering disebut sebagai rempah ajaib di dapur. Tidak hanya karena aromanya yang khas, tetapi juga karena banyak orang percaya bawang putih mampu membantu melawan flu, pilek, dan infeksi umum lainnya.
Bawang putih diketahui mengandung senyawa sulfur aktif seperti allicin, yang terbentuk ketika bawang putih dihancurkan atau dicincang. Senyawa ini kerap disebut memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi yang dapat membantu tubuh melawan virus atau bakteri penyebab penyakit tertentu.
Namun, meskipun bawang putih menunjukkan aktivitas terhadap mikroba tertentu, efek tersebut belum terbukti kuat pada manusia ketika dikonsumsi sehari-hari atau digunakan sebagai pengobatan flu dan pilek.
Beberapa studi memang menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi bawang putih mungkin memiliki frekuensi flu atau pilek yang sedikit lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak.
Bukti ilmiah ini masih terbatas dan belum cukup kuat untuk menjadikan bawang putih sebagai pengobatan utama flu dan pilek.