“Hamad merupakan satu dari tiga pekerja Bulan Sabit Merah yang gugur. Bagi kami, Hamad bagaikan ibu pengasuh berjiwa bak malaikat, membantu semua orang, dan bekerja tekun memastikan anggota lainnya mendapat bagian dari persediaan makanan,” ucapnya.
Memasuki minggu ketiga pengepungan, rumah sakit hampir kehabisan pasokan bahan bakar. Adapun kelangkaan makanan dan susu untuk anak-anak. Beberapa staf medis telah dievakuasi bersama ribuan pengungsi pada awal pekan. Sebanyak 8.000 diperkirakan orang berpindah ke Rafah. Para warga sipil terpaksa berjalan kaki dari Khan Younis.
Sementara itu, sebagian tim medis, anggota Bulan Sabit Merah Palestina, dan pasien masih terjebak di rumah sakit tanpa mendapatkan kebutuhan hidup dasar.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.