Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Situasi Memprihatinkan Rumah Sakit Al-Amal Usai Dikepung Israel Selama 18 Hari

Wulan Savitri , Jurnalis-Rabu, 14 Februari 2024 |10:15 WIB
Situasi Memprihatinkan Rumah Sakit Al-Amal Usai Dikepung Israel Selama 18 Hari
Situasi memprihatinkan perang Gaza. (Ilustrasi: Freepik.com)
A
A
A

PASUKAN Israel mengepung Rumah Sakit Al-Amal, Khan Younis, Gaza Selatan selama 18 hari. Selain itu, mereka juga telah memblokir seluruh akses jalan dan memerintahkan ribuan warga dievakuasi pada Selasa 6 Februari 2024.

Beberapa pekan terakhir, Pasukan IDF melancarkan pengeboman intensif di Gaza Selatan, termasuk wilayah Khan Younis. Rumah Sakit Nasser juga berdampak dikepung, bahkan hanya lima tim medis yang masih dapat memberikan layanan kesehatan kepada pasien.

Koordinator Bantuan Departemen Manajemen Risiko dan Bencana PCRS, Saleem Aburas, menyampaikan situasi di Rumah Sakit Al-Amal sangat memprihatinkan. Pasukan Israel akan menargetkan siapa pun yang berada di sekitar rumah sakit.

“Situasi di rumah sakit telah memburuk. Kami kekurangan pasokan medis yang penting, air minum dan makanan. Militer Israel telah menghambat masuknya pasokan medis ke rumah sakit,” ujar Aburas (30), dikutip dari Intercept, Rabu(14/2/2024).

Masyarakat Gaza terjebak, bahkan sebagian besar akses komunikasi diputus. Aburas menambahkan bahwa untuk mendapatkan sinyal, dia harus naik ke atap rumah sakit. Hal itu merupakan tindakan yang sangat berisiko menjadi sasaran penembak jitu.

Perang Israel dan Palestina

Pada saat ini, jumlah korban tewas warga Palestina hampir mencapai 28.000 orang. Sukarelawan dari PCRS itu telah menghadapi enam kali agresi Israel di Jalur Gaza. Aburas menuturkan kondisi kesehatan masyarakat terus memburuk. Oleh karena itu, tim medis kesulitan menangani pasien.

“Tentara Israel meminta masyarakat untuk berada di dalam rumah sakit, tetapi juga menargetkan warga sipil di luar fasilitas tersebut. Pada 28 Januari, Omar Abu Hatab tewas akibat penembak jitu, bersama dengan Ahmed Muhareb yang berusaha menyelamatkannya. Keduanya dimakamkan di halaman rumah sakit,” katanya.

Israel semakin meningkatkan serangannya dan menyebabkan berbagai kerusakan di Rumah Sakit Al-Amal. Tentara IDF menyerbu fasilitas tersebut hingga memicu kebakaran di tempat pengungsian. Bagi Aburas, tidak ada tempat aman bagi warga Gaza.

“Pengepungan paling parah terjadi pada 30 Januari. Penjajah (Israel) memerintahkan warga mengungsi, tetapi tidak ada lagi tempat aman untuk berlindung karena setiap wilayah di Gaza menjadi sasaran,” katanya.

Hedaya Hamad (42), anggota PCRS tewas akibat pengeboman dan telah dimakamkan di halaman rumah sakit. Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) juga melaporkan jumlah korban pekerja yang meninggal mencapai 12 orang.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement