PASUKAN Israel telah maju lebih jauh menuju Khan Younis, wilayah Gaza Selatan. Tanpa hati nurani, mereka menggencarkan serangan udara dan melakukan pertempuran jarak dekat di daerah yang dipenuhi lebih dari satu juta orang yang mencari perlindungan.
Kondisi tersebut tentu sangat memprihatinkan. Namun semakin parah ketika serangan pun ditujukan pada Nasser, salah satu rumah sakit besar yang tersisa di Gaza. Kejadian ini membuat rumah sakit tersebut terancam hancur.
Mengutip The Guardian, Jumat (19/1/2024), para saksi mata melaporkan suara pertempuran darat dan ledakan terdengar pada Jumat pagi di sebelah barat Khan Younis, kota utama di selatan Gaza. Penduduk Khan Younis menggambarkan pertempuran sengit dan pemboman hebat di utara dan timur kota untuk pertama kalinya.
Kemudian berlanjut ke arah barat pada hari kamis. Mereka mengatakan tank-tank telah bergerak maju untuk melakukan serangan sebelum mundur.
“Apa yang terjadi di Khan Younis sekarang benar-benar gila: penjajah membombardir kota itu ke segala arah, baik dari udara maupun darat,” kata Abu El-Abed. Pria berusia 45 tahun itu tinggal di Khan Younis.
Sementara itu, staf medis mengatakan pertempuran terjadi beberapa meter dari rumah sakit Nasser, rumah sakit terbesar yang masih beroperasi sebagian di Gaza selama seminggu terakhir. Namun akan terasa semakin memprihatinkan jika rumah sakit ini diserang dan hancur.

Sebagaimana diketahui, negara ini telah menerima ratusan pasien yang terluka setiap hari sejak pertempuran bergeser ke selatan Gaza pada bulan lalu. Ada kekhawatiran bahwa lokasi tersebut terpaksa ditutup karena pemboman Israel dan perintah evakuasi.
Bulan Sabit Merah Palestina juga melaporkan tembakan artileri 'intens' di dekat rumah sakit al-Amal, sementara kementerian kesehatan yang dikelola Hamas di Gaza mengatakan 77 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam semalam.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sedang bertempur di wilayah paling selatan. atas kejadian ini, tentara Israel telah menumpas puluhan teroris dalam pertempuran jarak dekat dan dengan bantuan tembakan tank dan dukungan serangan dari udara.
Sejauh ini, konflik tersebut telah menyebabkan sekitar 85 persen dari 2,4 juta penduduk Gaza mengungsi. Banyak yang melarikan diri ke Khan Younis dan Rafah. Mereka ditampung di tempat penampungan yang dikelola PBB, di mana makanan, air, bahan bakar dan perawatan medis terbatas.