KANKER payudara adalah jenis kanker yang terjadi ketika sel-sel ganas tumbuh di dalam jaringan payudara. Sel-sel ini dapat membentuk tumor yang bisa teraba pada pemeriksaan fisik atau terdeteksi melalui pemeriksaan mamografi.
Kanker payudara umumnya terjadi pada wanita. Dokter Bedah Konsultan Onkologi Mandaya Royal Hospital Puri dr. Enos H. Siburian, Sp.B (K) Onk mengatakan, banyak pasien kanker payudara yang datang ke dokter sudah stadium lanjut. Hal itu tentu saja membutuhkan penanganan yang cukup panjang.

“Kalau menemukan kanker payudara dalam stadium yang dini maka angka kesembuhannya tinggi hingga 98 persen. Stadium makin lanjut angka hidupnya rendah, itu sudah ilmiah,” ujar dr Enos.

Jelang Jakarta Marathon 2023, 300 Pelari Cilik Antusias Padati Lintasan Lari di SUGBK
Untuk itu, dr Enos menyarankan agar masyarakat untuk mengetahui gejala awal dari kanker payudara sehingga bisa deteksi dini. Dokter Enos mengatakan hal yang pertama adalah harus melihat faktor risikobta dari usia. Sebab wanita yang berumur di aras 35 tahun bila ada benjolan harus hati-hati karena bisa jadi itu kanker payudara.
“Kalau ada benjolan, walaupun belum dibuktikan dengan pemeriksaan bisa dibilang kanker. Kalau ada wanita datang ke praktik saya tuh di usia 35 sampi 40 belum kita tanya kita sudah menduga (kanker payudara). Tapi kalau usia 20, 22, atau 25 tahun ada benjolan biasanya tumor jinak,” jelasnya.
Selanjutnya bila benjolannya cepat membesar sudah bisa dikatakan kalau itu kanker payudara. Namun menurut dr Enos ada juga tumor jinak yang benjolannya cepat besar, hanya saja kasusnya jarang.
BACA JUGA:
“Apalagi kalau ada riwayat genetik dari keluarganya. Tapi riwayat keluarga ini bukan hanya kanker payudara yah, tapi kanker yang lain juga bisa berisiko,” tuturnya.