Selain jeroan sapi, Anda pun harus waspada terhadap jeroan ayam seperti ampela ayam mengandung 240 mg kolesterol per 100 gram. Ada pula hati ayam memiliki 248 mg kolesterol per 100 gram. Kemudian, ginjal ayam diketahui mengandung 118 kolesterol per 100 gram.
Sehingga, Kementerian Kesehatan menyarankan untuk tidak mengkonsumsi jeroan secara berlebihan. Terutama untuk individu yang sudah terindikasi memiliki kadar kolesterol jahat yang tinggi.
Untuk itu, Anda harus memperhatikan betul asupan dalam sehari-hari. Setidaknya ada rekomendasi asupan lemak dari WHO, yakni tidak melebihi 30 persen dari asupan total energi per hari. Ini setara dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan RI, yaitu sekitar 75 gram lemak bagi wanita dan 91 gram lemak bagi pria per hari. Atau simpelnya setara dengan 67 gr lemak per hari jika total kebutuhan energi Anda 2.000 per hari.
Lantas, apa risiko sering makan jeroan?
1. Sakit kepala
Sakit kepala yang sering dialami jangan dianggap sepele karena bisa jadi Anda terkena kolesterol tinggi. Pasalnya, jeroan termasuk dalam makanan tinggi tiramin.
Kadar tiramin yang tinggi diyakini dapat meningkatkan risiko terjadinya migrain dan sakit kepala. Sebenarnya, tubuh memiliki enzim monoamin oksidasi yang berperan dalam menghancurkan tiramin. Namun, beberapa orang tidak memiliki enzim tersebut dalam jumlah yang cukup.
2. Penyakit asam urat
Jeroan termasuk dalam makanan tinggi purin. Jenis jeroan yang kandungan purinnya tinggi antara lain adalah hati, babat, otak, lidah, ginjal, dan pankreas. Makin banyak kandungan purin dalam jeroan yang dikonsumsi, makin tinggi pula kadar asam urat yang dihasilkan oleh tubuh.