Artinya gua tersebut pernah dihuni oleh manusia purba jutaan tahun lalu yang dibuktikan dengan adanya situs bersejarah di dalamnya. Sehingga, dengan adanya situs tersebut mampu menarik wisatawan asing untuk datang ke objek wisata tersebut.
"Uniknya lagi, di dalam goa liang bangkai juga terdapat beberapa gua di antaranya goa sumur, goa putri dan goa salju," ungkap Ari.
Sedangkan, keunikan pada objek wisata Goa Liang Akar, yakni menyerupai dengan objek wisata Goa Pindul yang ada di Yogyakarta.
Di dalam goa liang akar terdapat sungai yang mengalir sehingga para wisatawan dapat menyusuri goa menggunakan river tubbing. Namun jarak objek wisata tersebut dengan Ibu Kota Kabupaten setempat kurang lebih mencapai 48 km.
Kemudian, keunikan Geo Park Plagiograniteit berupa bebatuan yang berbentuk menyerupai binatang kingkong yang sedang duduk, dan batu tersebut memiliki tingkat kekerasan yang tinggi.
"Sebelumnya batu tersebut hendak dihancurkan untuk kebutuhan material bangunan, namun karena tingkat kerasnya sangat tinggi sehingga di lakukan penelitian. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh warga Malaysia mengatakan bahwa batu tersebut bagian dari fosil peninggalan pra sejarah sejak 150 juta tahun yang lalu," ujar Ari.