Ketika melihat kerangka, para peneliti mencatat adanya peningkatan ukuran tubuh yang cukup signifikan di Eropa tengah sekitar 5.000-8.000 tahun yang lalu, dengan pembesaran serupa di antara orang Eropa Utara yang terjadi sekitar 1.000 tahun kemudian.
Skala waktu itu cocok dengan penyebaran gen persistensi laktase di kedua populasi tersebut. Hal itu menunjukan, bahwa konsumsi susu mungkin sudah mendorong percepatan pertumbuhan.
"Di Eropa Utara, peningkatan sedang dalam massa tubuh tercatat di Inggris di antara laki-laki, namun kecenderungan paling signifikan terhadap peningkatan tinggi badan dan massa tubuh ditemukan di wilayah Baltik dan Skandinavia selatan," tulis peneliti.
Tim peneliti menyimpulkan, dampak konsumsi susu pada ukuran tubuh manusia di seluruh dunia cukup berpengaruh pada warisan genetik.
"Minum susu secara budaya penting di berbagai benua, dan kami melihat warisan genetiknya hari ini," jelas Stock.
Kemudian, Stock juga mengatakan, mekanisme yang sama juga kemungkinan mendorong beberapa variasi ukuran manusia di Afrika, seperti penggembala Maasai di Afrika timur bertubuh tinggi dan memiliki sejarah budaya minum susu. Namun, saat ini tim peneliti belum memiliki data untuk mengujinya.
(Dyah Ratna Meta Novia)