4. Lamban berjalan: Bukan hanya perkembangan bicaranya juga agak lambat, begitu juga dengan kemampuannya berjalan jika dibandingkan dengan anak normal. Riset memperlihatkan, 50 sampai 90 persen anak- anak dan orang dewasa yang menyandang gangguan ini memiliki masalah koordinasi gerak.
5. Sulit memahami: Anak mengalami kesulitan dalam mengkonseptualisasikan dan mengapresiasi pikiran serta perasaan orang lain. Selain itu, anak juga memiliki hambatan dalam fleksibilitas pikir, sebab anak cenderung kaku pada perubahan.
6. Sensitif: Sangat sensitif terhadap bunyi dan bentuk-bentuk sentuhan tertentu bahkan terhadap rasa dan tekstur makanan, kepekaan visual, kepekaan pada aroma, serta kepekaan pada rasa sakit dan suhu.
Merawat dan membesarkan anak penyandang Sindrom Asperger memang punya tantangannya sendiri. Dalam keseharian, orang tua bisa mencoba upaya seperti coba untuk menghibur anak dengan mengajari teknik pernapasan atau memainkan musik yang menenangkan. Dengan begini anak berpeluang dapat manfaat dari terapi wicara dan bahasa, untuk membantu anak bisa berkomunikasi lebih baik.
Melakukan terapi okupasi, agar bantu menghadapi aktivitas sehari-hari. Ditambah dengan psikologis, untuk membantu keterampilan sosial dan mengatur emosi dan stres pada anak.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.