Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Intip Keindahan Telaga Gua Tapparang, Objek Wisata Penuh Misteri di Kolaka Utara

Muh Rusli , Jurnalis-Senin, 24 Oktober 2022 |18:02 WIB
Intip Keindahan Telaga Gua Tapparang, Objek Wisata Penuh Misteri di Kolaka Utara
Telaga eksotis Gua Tapparang di Kolaka Utara, Sultra (Foto: MNC Portal/Muh. Rusli)
A
A
A

INDONESIA memiliki banyak gua yang menawarkan kolam alami dengan air yang sangat jernih. Salah satunya berupa telaga dalam perut bumi yakni Gua Tapparang di Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Gua Tapparang berada di punggung bukit Desa Rante Baru, Kecamatan Rante Angin. Jarak tempuh dari Ibu Kota Kolaka Utara, Lasusua, berkisar 1 jam menggunakan kendaraan empat.

Gua ini sebenarnya hanya berjarak kurang lebih 200 an meter dari Jalan Trans Sulawesi, Rante Baru. Karena letaknya di punggung bukit, pengunjung harus menapaki ratusan anak tangga dengan kemiringan kurang lebih 80 derajat.

Mulut gua dihiasi stalaktit dan stalagmit yang memanjang sekira 50 meter dan menghadap sebelah barat Desa Rante Baru. Terdapat sebuah gazebo untuk pengunjung melepas lelah sebelum menuruni lagi puluhan anak tangga hingga ke tepi telaga gua.

BACA JUGA: Mitos Telaga Sarangan dan Pantangan Buat Sepasang Kekasih, Awas Nanti Putus!

Karena memiliki air yang jernih, gua ini ramai didatangi pengunjung untuk berenang. Menurut penuturan beberapa orang penyelam, bagian dalam gua yang dibatasi stalaktit bergelantungan tersebut masih memiliki rongga yang cukup luas. Konon, masih ada lorong-lorong lainnya yang belum ada penyelam mencapai ujungnya.

Gua Tapparang

(Foto: Muh. Rusli/MNC Portal)

Salman Luthfi, salah seorang penyelam Patampanua Diving Club Kolaka Utara menjelaskan, kedalaman telaga bertingkat-tingkat. Untuk menuju ke dasar, penyelam harus berbekal alat selam khusus, senter plus string line (jalur tali) yang telah dipasang sebelumnya.

"Kami baru jelajahi hingga kedalaman 24 meter. Perkiraan waktu menyelam selama 60 menit," tutur Salman kepada MNC Portal Indonesia.

Digambarkan, stalagmit juga banyak dijumpai di dasar telaga dengan ketinggian bervariasi hingga 2 meter. Saking luasnya, sejauh ini belum ada penyelam yang berhasil mwnyusuri semua lorong yang ada sehingga masih menyisakan misteri sampai saat ini.

Gua Tapparang

(Foto: Muh. Rusli/MNC Portal)

Di kedalaman yang gelap itu, Salman mengungkapkan belum menemukan sama sekali makhluk lain terkecuali udang hitam yang memang berhabitat di sana. Ornamen-ornamen dalam gua dan bias cahaya matahari yang menembus bebatuan dasar telaga menghipnotis mata para penyelam.

"Indah. Saya sendiri telah tiga kali menyelam dalam gua itu. Semakin dalam suhu air semakin dingin," kisah pria yang berdomisili di Desa Ponggiha, Lasusua.

Batu menyerupai orang duduk tahiyat

Di dalam Gua Tapparang, tepatnya di sisi kanan liang tersebut terdapat sebuah batu yang menyerupai orang sedang duduk tahiyat dalam salat. Objek tersebut dibalut sarung bermotif kotak-kotak dan di bagian atasnya dibungkus kafan putih.

Terdapat sebuah bekas pembakaran kemenyan, tempurung kelapa, arang bekas pakai dan sesajen berisi beras ketan hitam dan sebuah telur yang dialas menggunakan daun pisang. Selain wisata, beberapa pengunjung juga mempercayai jika dengan mengikat tali pada sebuah pohon besar di mulut gua tersebut hajatnya bisa cepat terwujud.

Gua Tapparang

(Foto: Muh. Rusli/MNC Portal)

Tokoh masyarakat setempat, Muallim menjelaskan, nama Tapparang sendiri berarti danau atau telaga. Gua itu memang dikenal keramat sejak dahulu. Masyarakat setempat kerap mendengar suara aneh pada malam Jumat. "Seperti ada suara-suara pukulan gong," kata Muallim.

Selain itu, masyarakat juga kerap mendengar suara seperti aktivitas menumbuk padi hingga musik tarian melulo. Meski tak ada permukiman di sana, suara manusia bersahutan bisa terdengar jelas di telinga. "Tapi itu dulu," imbuhnya.

Di punggung bukit lanjut Muallim, terdapat 2 gua selain Tapparang. Hanya saja, keberadaannya konon hanya bisa dijumpai oleh orang-orang yang kebetulan tersesat atau kesasar di sana.

Menurut penuturan orang-orang yang pernah singgah, gua tersebut menyimpan banyak benda pusaka di dalamnya. Konon, air dalam telaga Gua Tapparang mujarab mengobati guna-guna (santet), pelejit nazar hingga penggaet berkah atau penglarisan.

"Sampai sekarang terkadang masih ada ke gua dengan tujuan mengambil air dan melepas nazar. Tetapi tidak sebanyak dulu," kata dia.

Kini Gua Tapparang telah dilengkapi fasilitas cukup memadai. Pengunjung diimbau tidak membuang sampah sembarangan, mencorat-coret dinding apalagi sampai berbuat asusila di tempat itu.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement