Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Komplikasi Diabetes Bisa Sebabkan Koma?

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Selasa, 27 September 2022 |14:30 WIB
Komplikasi Diabetes Bisa Sebabkan Koma?
Ilustrasi Diabetes. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

1. Hipoglikemia

Ketika kadar gula darah tubuh terlalu rendah, kondisi ini dinamakan sebagai hipoglikemia. Hipoglikemia bisa dialami oleh siapa pun, termasuk orang yang tidak menderita diabetes.

Nah, pada pengidap diabetes, hipoglikemia bisa memicu koma diabetikum. Koma diabetes adalah jenis komplikasi hipoglikemia berat. Kondisi ini bisa dihindari, asalkan kamu mengobati sedini mungkin hipoglikemia gejala ringan dan sedang. Apabila hipoglikemia tidak diobati sama sekali, hal ini dapat menyebabkan hipoglikemia yang parah sehingga memicu koma diabetikum.

Biasanya, koma diabetes akibat hipoglikemia parah berisiko besar dialami pengidap diabetes yang terlalu banyak menggunakan insulin sintetis. Insulin sintetis adalah obat yang memiliki struktur dan cara kerja mirip hormon insulin alami yang diproduksi oleh pankreas. Insulin berfungsi membantu sel tubuh menyerap dan mengubah gula darah (glukosa) menjadi energi. Dengan begitu, kadar gula darah dapat diturunkan.

Sayangnya, penggunaan insulin berlebih bisa menyebabkan hipoglikemia parah hingga berujung koma diabetikum. Hipoglikemia parah juga bisa dialami pengguna obat terapi diabetes oral yang bisa meningkatkan kadar insulin. Ketika gula darah terlalu rendah, kamu bisa mengalami sejumlah gejala, termasuk mengantuk, cemas, penglihatan kabur, hingga menurunnya tingkat kesadaran.

2. Sindrom Hiperglikemi Hiperosmolar Non-Ketotik

Pengidap diabetes tipe-2 dengan kadar gula darah terlalu tinggi bisa mengembangkan kondisi hyperosmolar hyperglycemic nonketotic syndrome (HHNS). Sindrom hiperglikemi hiperosmolar non-ketotik biasanya ditandai dengan kadar glukosa di atas 600 mg/dL.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh penyakit maupun kebiasaan lalai mengonsumsi obat terapi diabetes. Hyperosmolar hyperglycemic nonketotic syndrome dapat meningkatkan rasa haus, menyebabkan mual, muntah, sesak napas, hingga koma diabetikum.

3. Ketoasidosis Diabetik

Penyebab koma diabetes selanjutnya adalah ketoasidosis diabetik. Ketoasidosis diabetik adalah komplikasi penyakit metabolik yang umumnya dialami penderita diabetes tipe-1. Tubuh pengidap diabetes tipe-1 kerap kekurangan insulin. Saat kekurangan insulin, hati memecah lemak menjadi keton untuk menghasilkan energi.

Akibatnya, keton menumpuk di dalam darah maupun urine. Kondisi ini membuat tubuh menjadi lebih asam sehingga terjadilah ketoasidosis diabetik. Ketoasidosis diabetik menimbulkan gejala, berupa meningkatnya rasa haus, mulut kering, sering buang air kecil, kulit gatal, maupun sakit perut dengan atau tanpa disertai muntah. Bila tidak segera diobati, ketoasidosis diabetik bisa menyebabkan koma diabetes.

Bagi kamu penderita diabetes, penting untuk memantau gula darah setiap hari. Apalagi jika sedang menjalani terapi pengobatan yang bisa meningkatkan kadar insulin dalam tubuh.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement