Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Komplikasi Diabetes Bisa Sebabkan Koma?

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Selasa, 27 September 2022 |14:30 WIB
Komplikasi Diabetes Bisa Sebabkan Koma?
Ilustrasi Diabetes. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

MASALAH diabetes memang tengah disoroti saat ini, akibat viralnya minuman es teh milik Nagita Slavina yang dianggap terlalu manis. Pasalnya, minuman manis atau yang tinggi gula memang menjadi salah satu penyebab utama diabetes.

Diabetes sendiri menjadi penyebab banyak penyakit, tidak heran jika diabetes disebut sebagai ibu segala penyakit. Gaya hidup tidak sehat memang dapat menyebabkan pengidap diabetes (diabetesi) mengalami komplikasi berbahaya, salah satunya adalah diabetic coma alias koma diabetikum.

Disampaikan dr. Devia Irine Putri, koma diabetikum adalah komplikasi diabetes serius yang bisa mengancam jiwa. Karenanya, kondisi ini harus segera ditangani. Berdasarkan Cleveland Clinic, koma diabetikum bisa menyebabkan penderita diabetes tidak sadarkan diri dan tidak dapat merespons sekitar.

“Penyebab terjadinya koma dan tak sadarkan diri karena kadar gula darah terlalu tinggi (hiperglikemia) atau terlalu rendah (hipoglikemia),” jelas dr. Devia seperti dilansir dari KlikDokter.

Diabetes

Rasa sangat haus dan lapar, serta sering buang air kecil selama beberapa pekan bisa menjadi ciri-ciri awal koma diabetikum. Hal ini terutama dialami pengidap diabetes dengan kadar gula darah tidak terkontrol, termasuk yang memiliki gaya hidup tidak sehat.

Karena kadar gula darah tidak terkontrol, tanda-tanda koma diabetik biasanya disertai gejala berikut:

- Demam tinggi

- Merasa lemas

- Mengantuk

- Kesehatan mental yang terganggu

- Sakit kepala

- Gelisah

- Mengalami masalah penglihatan

- Halusinasi

- Kelumpuhan

Apabila kamu menderita diabetes dalam waktu yang lama, koma diabetikum bahkan bisa terjadi tanpa gejala sama sekali. Adapun penyebab utama koma diabetikum adalah kadar gula darah terlalu tinggi ataupun terlalu rendah. Selain itu, koma diabetes juga bisa disebabkan oleh ketoasidosis diabetik, berikut penjelasannya:

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement