MEMANG kasus Covid-19 di Indonesia memang mulai menurun, meski demikian bukan berarti kita bisa abai terhadap protokol kesehatan. Pasalnya, ada orang-orang yang rawan terpapar Covid-19, salah satuya anak-anak.
Memang, anak-anak lebih mudah sembuh jika terpapar Covid-19, tapi mereka juga rawan terpapar long Covid-19 atau Covid-19 berkepanjangan. Namun long Covid-19 masih belum dipahami dengan baik oleh masyarakat awam, seperti apa gejala yang sering muncul perlu waspadai.
Melansir dari WebMD bahwa kondisi long Covid-19 sejauh ini, para ahli belum mengetahui pasti apa penyebabnya. Sebagian besar anak yang tertular Covid-19 tidak memiliki gejala atau gejala ringan yang hanya berlangsung dalam waktu singkat.

Dalam sebuah penelitian diterbitkan oleh The Lancet, kurang dari 1 dari 20 anak yang dites positif memiliki efek long Covid-19 yang berlangsung lebih dari 4 minggu. Pada minggu ke-8, sebagian besar gejala dilaporkan sendiri pada anak-anak tampak mereda.
Sementara menurut para ahli di King's College London, menggunakan data yang dilaporkan pengasuh dari 1.734 anak berusia 5-17 tahun, untuk melacak gejala long Covid-19 apa paling umum pada anak-anak.
Berikut data dari September 2020 soal gejala yang paling sering muncul adalah:
- Kelelahan (55%)
- Demam pada anak usia 5-11 (43,7%)
- Sakit kepala (62,2%)
- Sakit tenggorokan pada anak usia 12-17 (51%)
BACA JUGA:Ini 2 Vaksin Covid-19 Produksi dalam Negeri yang Disetujui Presiden Jokowi
Hasilnya anak-anak dalam penelitian ini, 37 anak dibawa ke rumah sakit untuk perawatan, tetapi data tidak mencantumkan kematian. "Para ahli juga menemukan bahwa anak-anak yang lebih tua (usia 12-17) lebih mungkin memiliki gejala Covid-19 yang lama daripada anak-anak yang lebih muda (usia 5-11)," keterangan dikutip dari website.