PRESIDEN Joko Widodo menyampaikan, pemanfaatan kekayaan hayati laut secara bijak bisa jadi kekuatan besar untuk produk pangan, farmasi, dan energi.
Adapun untuk beras konsumsi, Jokowi menyatakan Indonesia sudah tidak lagi mengimpor dalam 3 tahun terakhir. Pembangunan bendungan dan irigasi telah mendukung peningkatan produktivitas nasional dan meningkatkan ketahanan pangan.

"Alhamdulillah, kita baru saja memperoleh penghargaan dari International Rice Research Institute yang disaksikan oleh FAO karena kita dinilai mampu mencapai sistem ketahanan pangan dan swasembada beras sejak 2019," jelasnya dikutip dari Antara.
Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, pentingnya mendukung percepatan peningkatan produktivitas pertanian di Indonesia bagi ketahanan pangan.
“Di tengah restriksi global, serangan hama hingga isu perubahan cuaca yang masih berlangsung, Indonesia harus mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Tak hanya itu, sebagai salah satu negara dengan lahan pertanian terluas di dunia Indonesia juga memiliki peluang besar berkiprah dalam sektor pertanian global," ujarnya.
BACA JUGA:Jokowi Jamin Ketercukupan Pangan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
Oleh karena itu pengembangan sektor pertanian harus terus diperkuat. Salah satunya dengan program Better fife farming yang mampu memberdayakan petani serta dapat diimplementasikan di seluruh wilayah pertanian Indonesia.
Menurutnya, program ini merupakan pemberdayaan bersifat berkelanjutan untuk meningkatkan sektor pertanian sekaligus menaikkan kesejahteraan petani Indonesia.
Direktur Bayer Indonesia, Patrick Gerlich menyampaikan, di tengah kondisi geopolitik dan ancaman krisis pangan saat ini. Untuk mewujudkan health for all, hunger for none maka perlu memberdayakan para petani dengan memberikan akses terhadap inovasi terbaik, pengetahuan yang relevan, serta jaringan kemitraan yang luas harus dilakukan.
(Dyah Ratna Meta Novia)