Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sejarah Masuknya Operasi Plastik di Indonesia

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Senin, 08 Agustus 2022 |14:45 WIB
Sejarah Masuknya Operasi Plastik di Indonesia
Operasi plastik (Foto: CNN health)
A
A
A

DI Indonesia, praktik operasi plastik berawal dari masuknya ilmu pengetahuan medis dari Barat. Pada awalnya, operasi plastik ditujukan untuk perbaikan bagi korban perang yang mengalami luka bakar.

Pengetahuan tentang prosedur operasi plastik ini dibawa oleh ahli bedah Austro-Hungaria yang tinggal di Hindia Belanda. Para ahli tersebut datang karena bergabung dengan Korps Medis Angkatan Darat usai Perang Dunia I. Mereka melakukan operasi pada korban. Umumnya kasus yang ditemui pada saat itu adalah kerusakan pada wajah, bibir sumbing, luka bakar, hingga kanker kulit.

Berdasarkan jurnal bertajuk A Brief History of The Development of Plastic Surgery in The Netherlands East Indies, disebutkan bahwa Robert Lesk pada 1927 diangkat sebagai profesor bedah serta ortopedi pertama di Batavia.

 operasi plastik

Pada 1909, ia masuk KNIL (Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda) dan ditugaskan di Jawa. Lesk diminta untuk mengajar ilmu bedah serta dermatologi di sekolah kedokteran STOVIA hingga 1914.

Selama mengajar, Lesk menulis Jurnal Medis Hindia Belanda Timur yang berisi tentang bedah plastik untuk menangani kanker kulit, operasi kepala serta leher, hingga pengobatan bibir sumbing serta langit-langit mulut. Berdasarkan obituari Lesk pada De Sumatera Post tahun 1937, setidaknya Lesk telah mengoperasi 30 orang di setiap kota yang dikunjunginya.

Kasus yang sering ditemui adalah rekonstruksi wajah serta pencangkokan kulit. Kasus tersebut ditangani oleh Tiddo Reddingius, seorang profesor, setelah Lesk meninggal. Reddingius yang bertugas di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ini telah membantu pengobatan tentara yang membutuhkan operasi dan perawatan luka bakar. Bahkan Reddingius juga memperkenalkan anestesi dengan gas nitro oksida di Batavia.

 BACA JUGA: Tips dan Prosedur yang Perlu Disiapkan bagi Orang yang Ingin Melakukan Operasi Plastik

Kemudian, operasi plastik di Indonesia dikembangkan oleh Profesor Moenadjat Wiraatmadja. Ia lulus sebagai ahli bedah dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) pada 1958. Di tahun yang sama, pada akhir 1958, usai keberhasilan menyelenggarakan kursus bedah mikro dasar pertama di Jakarta, tim bedah plastik RSCM yang terdiri dari dr Sidik Setiamihardja, dr Chaula L. Sukasah serta dr Gentur Sudjatmiko mempelopori kasus bedah mikro pertama, yang termasuk replantasi tungkai atas mayor pertama hingga free flap pertama.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement