Siapkan perbekalan
Jika melanjutkan perjalanan menuju Kawah Rengganis, maka perjalanan bakal mulai berbeda karena wisatawan perlu menuruni tangga bebatuan.
Ketika sampai di area Kawah Rengganis, sejumlah wisatawan ada yang mandi di aliran sungai dengan sumber mata air panas. Di lokasi tersebut pun bakal tercium aroma belerang yang cukup kuat.
Kemudian jika ingin menyudahi wisata dan kembali ke titik awal, wisatawan perlu kembali menaiki tangga bebatuan itu lalu kembali berjalan di Jembatan Gantung Rengganis.
Namun sepanjang trek wisata jembatan gantung hingga ke kawah, wisatawan tidak akan menemukan kios atau penjual minuman dan makanan ringan di area wisata.
Maka para wisatawan disarankan agar membawa konsumsi, minimal air mineral untuk menyiapkan perjalanan. Adapun kios-kios yang menjual makanan dan minuman hanya ada di sekitar area parkir kendaraan.
Selain kios, destinasi wisata itu juga menawarkan restoran dengan menu makanan khas yakni bernama Kinara Resto. Lokasi restoran itu berada di dekat titik awal atau loket Jembatan Gantung Rengganis.
Sehingga jika telah menikmati trek wisata mulai dari jembatan gantung, lalu ke Kawah Rengganis, dan kembali lagi ke jembatan gantung, wisatawan akan langsung dihadapkan dengan restoran tersebut.
Akses menuju wisata akan lebih mulus
Hingga menjelang akhir Mei 2022, pengembangan destinasi wisata Jembatan Gantung Rengganis tampak belum sepenuhnya rampung. Meski begitu, wisatawan dipastikan tetap aman untuk menikmati jembatan tersebut.
Selain itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna juga memastikan bakal mempermulus akses jalan menuju ke destinasi wisata yang ada di selatan Kabupaten Bandung tersebut.
"Saya jalan-jalan memantau langsung kondisi infrastruktur jalan di Kecamatan Ciparay, Pacet, Kertasari, Pangalengan Rancabali dan akses menuju objek yang wisata Bandung Selatan. Jika kondisi jalan dalam keadaan rusak, maka saya akan berkoordinasi dengan pihak Dinas PUTR untuk segera memperbaikinya," kata Dadang.
Menurutnya akses jalan menuju objek wisata harus dipermulus agar objek wisata di Kabupaten Bandung semakin mudah didatangi wisatawan.
Tentunya, kata dia, hal tersebut akan berdampak kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bandung dan juga berdampak kepada peningkatan perekonomian masyarakat dengan berkembangnya UMKM produk olahan makanan maupun suvenir.
"Karena PBB (pajak bumi dan bangunan) yang dibayar oleh wajib pajak akan kembali digunakan oleh masyarakat dalam bentuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan," katanya.
(Kurniawati Hasjanah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.