KETUA Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Sumatera Barat Darmawi menyebutkan kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat saat libur lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah meningkat pesat dibandingkan sebelum masa pandemi Covid-19.
"Saya melihat ada peningkatan kunjungan ke Sumbar hampir 200 persen dibandingkan libur lebaran pada 2018 dan 2019," kata Darmawati.
Peningkatan ini juga disebabkan tingginya animo perantau yang pulang ke Sumbar setelah dua tahun tertahan di perantauan akibat larangan bepergian saat pandemi Covid-19 pada 2020 dan 2021.

Hal ini tentu memberikan efek positif terhadap ekonomi Sumatera Barat karena kamar hotel yang penuh dan ramainya destinasi wisata dikunjungi oleh masyarakat yang berlibur ke daerah itu.
Selain dampak positif, lonjakan kunjungan juga memberikan dampak negatif seperti kemacetan di sepanjang jalan akibat volume kendaraan yang meningkat tajam.
Ia mencontohkan jalur dari Kabupaten 50 Kota menuju Kota Bukittinggi, Bukittinggi menuju Padang, jalur menuju Agam, Padang menuju Pesisir Selatan, Pariaman menuju Kota Padang, Solok menuju Padang Panjang dan Sawahlunto semua macet dan harus dilalui dalam waktu panjang.