Untuk pencegahan sendiri, dia menyarankan agar para ibu hamil mulai menggunakan krim anti stretch mark sejak awal kehamilan. Hal ini bisa mengurangi risiko munculnya stretch mark setelah melahirkan.

Selain menggunakan krim anti stretch mark, dia juga menyarankan para ibu untuk sambil memijitnya. “Pijatan saat kehamilan, berdasarkan penelitian, bisa membantu agar stretch mark tidak bertambah banyak. Perutnya dielus, dipijat pakai krim, dengan lembut,” kata dr Dia.
Di samping itu, para ibu hamil juga perlu memperhatikan bahan kandungan krim yang digunakan agar aman bagi kulit ibu dan janin. Dr Dia menyebut beberapa kandungan yang bagus untuk menyamarkan stretch mark. Di antaranya saja Vitamin A, Vitamin C, Niacinamide Glycolic Acid, hingga Coconut Oil.
(Helmi Ade Saputra)