"Dalam masa pertumbuhan, anak saya sering mengalami reaksi seperti konstipasi. Saya menganggap reaksi tersebut hanya gangguan saluran cerna biasa dan normal terjadi mengingat sistem pencernaan pada anak belum optimal dan masih rentan," terang Binar Tika.
Namun demikian, hal ini menjadi tidak wajar ketika reaksi alergi tersebut terjadi secara berulang dengan jangka waktu yang cukup lama. Terlebih jika gejala alergi tersebut muncul setelah diberikan susu pertumbuhan berbahan protein sapi.
"Sebagai orangtua yang memiliki anak dengan ASS, akan sangat membantu jika ada alat yang dapat mendeteksi alergi saluran cerna, sehingga orangtua lebih waspada dan anak mendapat penanganan yang tepat," tuntasnya.
Melihat pentingnya deteksi dini gejala alergi saluran cerna pada si Kecil, saat ini telah tersedia alat deteksi digital untuk membedakan gejala alergi dan gejala saluran cerna fungsional (FGID) pada anak. Alat tersebut bernama Allergy-Tummy Checker.
Fungsinya untuk mempermudah orangtua dalam membedakan gejala gangguan saluran cerna yang disebabkan oleh alergi atau hanya gangguan saluran cerna biasa. Nantinya paraorangtua dapat mengetahui tata laksana yang diperlukan anak untuk menghindari kondisi pemicu alergi.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.