Kuku palsu
Selain kuteks, penggunaan kuku palsu juga sangat populer di dunia fesyen. Kuku palsu akrilik pertama kali dibuat oleh Frederick Slack, dokter gigi AS yang merusak kukunya saat bekerja pada 1957.
Dia menggunakan aluminium foil dan akrilik gigi untuk membuat kuku palsu yang terlihat serupa dengan miliknya. Kemudian, ia mulai membuat berbagai kuku akrilik bersama dengan dokter gigi lain dan mematenkan hasil karyanya.

Kini, 2019, kuku menjadi ladang bisnis bernilai ratusan juta rupiah di dunia dan terus berkembang. Media sosial menjadi alat penjualan paling strategis yang dipilih perusahaan penghasil kuteks dan perlengkapan manikur.
Ada lebih dari 92 persen penata rias kuku tersebar di media sosial. Jumlah mereka akan terus bertambah seiring berkembangnya industri kuteks dan manikur. (Enggar Thia Cahyani/Solopos.com)
(Martin Bagya Kertiyasa)