Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penyair Perempuan Dinilai Jauh Lebih Liar

Penyair Perempuan Dinilai Jauh Lebih Liar
Indahnya puisi (Foto: Pixabay)
A
A
A

Pengamat Sastra Romo Wijaya mengatakan, kecenderungan sekarang orang menulis puisi sifatnya reaktif atau merespon suatu kejadian dengan cepat sehingga aspek perenungan berkurang. Akhirnya puisinya kurang menggigit.

Para penyair, ujar dia, perlu memperhatikan hal ini. Romo mengingatkan para penyair untuk merenung.

Dalam kesempatan yang sama, Penyair Yoevita menjelaskan, “Saya menulis puisi itu dengan spontan. Tidak selalu puisinya selesai saat itu juga, bisa jadi berhari-hari, dan ada yang direvisi. Satu hal yang pasti, menulis puisi itu ibarat dihipnotis untuk menuliskan kata dan kalimat, dan tentu saja sebagai respon terhadap suatu peristiwa."

Pemilihan diksi, lanjutnya, sangat ditentukan oleh rasa yang muncul saat menulisnya. "Itu bisa jadi lembut, tetapi juga keras, bahkan kasar buat sebagian orang.”

Acara peluncuran buku penyair Yoevita Soekotjo ini diselenggarakan oleh komunitas Dapur Sastra Jakarta didukung oleh Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, yang dikemas dalam kegiatan Wisata Sastra. (MTA)

(Muhammad Saifullah )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement