Penyair perempuan saat ini jauh lebih berani dalam menggunakan diksi yang liar juga dahsyat. Hal ini diungkapkan oleh Penyair Senior Remmy Novaris DM pada saat acara peluncuran buku Pengantin Puisi karya penyair perempuan Yoevita Soekotjo di Pusat Dokumentasi Sastra H.N. Jassin, Jakarta (20/6/2019).
Pendapat Remmy juga diamini oleh Sunu Wasono, Kaprodi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, serta Mustari Irawan, Kepala Arsip Nasional RI yang juga seorang penyair.

(Foto:Istimewa)
Sunu Wasano mengatakan, “Jumlah penyair perempuan di Indonesia saat ini tidak hanya bertambah banyak jumlah atau kuantitasnya. Melainkan juga kualitasnya. Mereka berani merespon berbagai kejadian dengan diksi-diksi yang tajam, bahkan gejala ini juga terlihat pada penyair-penyair perempuan yang baru muncul di panggung sastra Indonesia”.