Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenali Fase Krusial dalam Kehidupan Rumah Tangga, Tahun ke-7 Jadi yang Paling Berat

Utami Evi Riyani , Jurnalis-Selasa, 14 November 2017 |16:10 WIB
Kenali Fase Krusial dalam Kehidupan Rumah Tangga, Tahun ke-7 Jadi yang Paling Berat
A
A
A

SETIAP hubungan mengalami fase-fase tertentu. Mulai dari fase paling bahagia hingga fase terberat, terutama dalam kehidupan pernikahan.

Dalam pernikahan, tidak setiap waktu akan dilewati dengan bahagia. Ada waktu di mana Anda berdua akan merasakan fase terberat dalam sebuah pernikahan. Karena itu, Anda harus benar-benar siap dalam menghadapi kenyataan. Tak bisa mengharapkan semua akan baik-baik saja di depan Anda.

Pakar hubungan mengatakan bahwa di usia tiga tahun pernikahan, Anda akan merasakan fase bahagia. Sementara di usia di antara 5 dan 7 tahun Anda akan mengalami fase terberat dalam hidup. Apa alasannya? 

Setelah 3 tahun

Setelah melewati usia ketiga pernikahan, banyak yang mengatakan bahwa cinta untuk pasangan mulai memudar. Namun, sebenarnya banyak pasangan yang hubungannya semakin kuat setelah usia 3 tahun. Dalam tiga tahun hidup bersama, pasangan mulai menerima kelemahan masing-masing. Kekuatan hubungan ini juga semakin meningkat dengan kehadiran buah hati. 

Setelah 5 tahun

Usia pernikahan setelah 5 tahun, menurut penelitian terbaru adalah usia krusial dari pernikahan. Ketika belum memiliki anak, ini bisa menjadi latar belakang yang membuat mereka bertengkar. Jika mereka sudah memiliki anak, maka pertengkaran terjadi terkait dengan tanggungjawab dalam rumah tangga. Anak-anak membutuhkan perhatian, sementara orangtua yang sibuk bekerja mungkin tidak cukup memberikan perhatian, sehingga ini bisa membuat pasangan bertengkar. Jika mereka bisa melewati fase ini, maka hubungan akan semakin kuat. 

Setelah 7 tahun

Setelah berhasil melewati fase krusial, Anda masih akan melewati fase terberat di usia ke-7 pernikahan. Di usia ini, masing-masing mulai merasakan kebosanan dalam rutinitas hidup yang mereka jalani bersama. Hal ini dapat memicu pertengkaran yang sering terjadi. Alasannya bisa terjadi karena krisis keuangan, tanggung jawab terhadap anak, pembagian tugas rumah tangga, hingga masalah ego yang sederhana. Jika pasangan bisa melewati fase ini, maka kemungkinan besar hubungan Anda semakin kuat dan bertahan lama. 

BACA JUGA

Sudah Olahraga tapi Diabetes Tak Kunjung Sembuh? Olahraga yang Dipilih Ternyata Salah!

Inspiratif! Punya Satu Kaki dan Tangan, Veteran Amerika Ini Berhasil Jadi Atlet Binaraga

Frustasi! "Pria Berkepala Dua" Berharap Tidur dan Tak Bangun Lagi

Mengerikan, Bayi di Pemekasan Alami Penyakit Langka, Kulitnya Menghitam dan Melepuh

Alasan

Banyak alasan yang melatarbelakangi terjadinya pertengkaran pasangan. Baik karena masalah keuangan maupun rutinitas hidup. Jika tidak diatasi dengan baik, maka ini bisa menyebabkan perceraian.

Kurangnya kemampuan mendengarkan

Semakin lama menjalani kehidupan bersama, mungkin kemampuan mendengarkan seseorang menjadi berkurang. Entah dengan alasan bosan atau mulai kehilangan kepedulian pada pasangan. Saat bertengkar, seseorang cenderung menyalahkan pasangannya dan tidak mau mendengarkan penjelasan. Hal ini bisa menjadi salah satu alasan beratnya hubungan. 

Keuangan

Masalah keuangan berada di salah satu barisan pertama sebagai penyebab perselisihan dalam pernikahan. Banyak yang bercerai karena alasan masalah keuangan yang tak terpecahkan. 

Bosan

Rasa bosan antara pasangan juga bisa menjadi alasan hubungan hancur. Karena rasa bosan, ada yang tergoda untuk selingkuh dan bercerai. Jika Anda berhasil mengatasi rasa kebosanan, maka hubungan akan bertahan lama, bahkan hingga tua. Tetapi jika Anda tak bisa melewatinya, maka ini bisa menjadi penyebab hancurnya hubungan. 

(Ade Indra Kusuma)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement