Situasi langka ini akhirnya menjadikan dirinya memproduksi air susu secara berlebihan. Disebutkan lebih lanjut, Elisabeth bisa memompa dan menghasilkan ASI sebanyak 220 ounces atau sekitar hampir dua gallon setiap harinya!
Menyadari ‘anugerah’ ini, Elisabeth pun berinisiatif untuk menyumbangkan ASI nya tersebut kepada para bayi-bayi yang membutuhkan. Kegiatan menyumbang ASI nya tersebut, ia lakukan sejak kelahiran putri pertamanya, Isabella pada 2014 lalu dan sampai akhirnya memutuskan untuk berkomitmen penuh terhadap proyek menyumbang ASI ini saat putri keduanya, Sophia lahir pada 2016 lalu.
(Baca Juga: Sarapan Hanya Makan Pisang, Sehat atau Tidak?)
Elisabeth memutuskan untuk menyumbangkan ASI nya yang sangat banyak tersebut, karena ia ingat situasi dirinya yang harus tetap menyusui Sophia saat pertama kali anak keduanya tersebut lahir walaupun dilanda kelelahan yang teramat sangat karena telah menjalani proses persalinan kurang lebih selama 30 jam. Selain itu, Elisabeth menganggap bahwa proyek donasi ASI nya ini adalah sebagai salah satu langkah dirinya untuk bisa membantu sesama dan lingkungan di sekitarnya.