WHEY protein menjadi salah satu suplemen yang paling populer di kalangan wanita yang ingin meningkatkan asupan protein, membangun massa otot, atau mendukung program kebugaran. Namun, apakah whey protein merupakan pilihan terbaik untuk semua wanita?
Secara umum, kebutuhan protein wanita tidak jauh berbeda dengan pria. Meski demikian, kondisi seperti menstruasi, kehamilan, menyusui, hingga menopause dapat memengaruhi kebutuhan nutrisi setiap wanita. Karena itu, pemilihan jenis protein sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan tujuan masing-masing.

Dilansir dari Frog Fuel, whey protein merupakan protein yang berasal dari susu dan merupakan hasil sampingan proses pembuatan keju. Protein ini mengandung asam amino esensial yang lengkap sehingga efektif membantu pembentukan dan pemeliharaan massa otot.
Selain tinggi protein, whey juga mengandung sejumlah vitamin dan mineral, seperti vitamin B, fosfor, selenium, dan zinc. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi whey protein yang dikombinasikan dengan latihan kekuatan dapat membantu meningkatkan massa otot sekaligus mendukung proses penurunan berat badan.
Keunggulan lainnya adalah whey protein mudah ditemukan di pasaran. Harganya juga relatif terjangkau dibandingkan beberapa jenis protein lainnya.
Di balik manfaatnya, whey protein tidak selalu cocok untuk semua orang. Karena berasal dari produk susu, whey masih mengandung laktosa meskipun dalam jumlah yang lebih rendah pada jenis whey isolate maupun hydrolysate.
Bagi wanita yang memiliki intoleransi laktosa atau alergi susu, konsumsi whey protein dapat memicu gangguan pencernaan. Di antaranya, kembung, nyeri perut, hingga diare.
Selain itu, tidak semua produk whey protein memiliki kualitas yang sama. Sebagai suplemen, kandungan produk dapat berbeda antarprodusen sehingga konsumen perlu lebih cermat memilih produk yang telah memiliki uji kualitas dan keamanan.