Prosesnya berlanjut dengan menggiling adonan menjadi lembaran pipih dengan tingkat ketebalan tertentu, langkah ini dilakukan dengan bantuan mesin. Masuk ke tahap selanjutnya yakni merebus lembaran mi dalam panci berisi air mendidih, cara ini dilakukan untuk membuat adonan matang sebelum dipotong.
Proses pemasakan ini dilakukan secara tradisional menggunakan panci besar dengan bahan bakar berupa arang kayu. Setelah matang, lembaran mi sagu ini ditiriskan dengan cara digantung hingga seluruh airnya tiris.
Lembaran mi ini lanjut dipotong menggunakan mesin khusus, setelah dipotong barulah terlihat bentuk asli mi sagu. Di tempat yang sama, proses pengemasan mi juga dilakukan secara tradisional. Dalam satu kantung plastik, mi dijual dengan berat 1 kilogram.
Tentu mi ini belum bisa disantap karena rasanya tawar, oleh karena itu masyarakat sering mengolahnya dengan tambahan berbagai bumbu. Olahan mi sagu yang paling populer adalah varian goreng dan rebus. Bahan pelengkap juga kerap ditambahkan untuk menghasilkan hidangan mi sagu yang nikmat dan maknyuss.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.