Pemerhati sejarah dan adat Aceh, Tarmizi Abdul Hamid mengatakan, makanan-makanan ini dulu menjadi bekal ransum pasukan Aceh, karena sederhana dan cepat mengenyangkan. Selain itu memiliki kandungan karbohidrat dan nutrisi yang bisa menambah energi tubuh, serta tak cepat basi, karena tanpa pengawet.
"Makanan perang ini tidak perlu banyak bahan, cara buatnya juga simple, terus aman dikonsumsi bisa menambah tenaga. Cepat kenyang kalau dimakan," tuturnya.
Berikut kuliner tradisional warisan pejuang-pejuang Aceh masa lalu.
Leughok
Penganan terbuat dari remasan pisang masak dicampur beureune (sagu) kemudian dibungkus daun pisang dan dikukus. Bentuknya padat, rasanya sedikit keasin-asinan dan aromanya khas. Leughok biasa dimakan dengan kelapa parut.