JAKARTA - Kanker payudara bisa terjadi pada perempuan yang sedang hamil maupun setelah melahirkan. Kondisi ini dikenal sebagai pregnancy-associated breast cancer (PABC) atau kanker payudara terkait kehamilan. Meski tergolong jarang, penyakit ini perlu diwaspadai karena perubahan alami pada payudara selama kehamilan dapat membuat gejalanya lebih sulit dikenali.
Mengutip Cleveland Clinic, kanker payudara terkait kehamilan dapat didiagnosis saat hamil hingga satu tahun atau lebih setelah melahirkan. Kondisi ini diperkirakan terjadi pada sekitar satu dari 3.000 kehamilan di Amerika Serikat dan paling sering ditemukan pada perempuan berusia 30-an.
Kabar baiknya, kanker payudara tetap bisa ditangani selama kehamilan. Dokter akan menentukan pilihan pengobatan dan waktu pelaksanaannya dengan mempertimbangkan kondisi ibu serta keselamatan janin.
Selama kehamilan, payudara biasanya mengalami perubahan untuk mempersiapkan proses menyusui. Ukurannya dapat membesar, terasa lebih padat, dan memiliki tekstur yang sedikit bergelombang. Perubahan tersebut merupakan hal yang normal, tetapi terkadang membuat tanda kanker payudara lebih sulit dikenali.
Berikut beberapa gejala yang perlu diperhatikan:
Gejala tersebut tidak selalu menandakan kanker. Namun, jika muncul perubahan yang tidak biasa, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter, terutama jika benjolan menetap selama lebih dari dua minggu.