Kenali Tanda Anxiety Disorder dan Depresi, Jangan Diabaikan!

Nurrizka Nasywa Tsabitah, Jurnalis
Selasa 29 September 2026 18:05 WIB
Anxiety Disorder. (Foto: dok Magnific/DC Studio)
Share :

Gangguan kecemasan bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. WHO menyebut kondisi ini berkaitan dengan interaksi faktor sosial, psikologis, dan biologis.

Orang yang pernah mengalami kekerasan, kehilangan besar, atau pengalaman buruk lainnya juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kecemasan. Gejalanya dapat muncul sejak masa kanak-kanak atau remaja dan berlanjut hingga dewasa.

Apa Itu Depresi?

Ilustrasi depresi. (Foto: dok Magnific)

Gangguan depresif atau depresi berbeda dari perubahan suasana hati yang biasa terjadi dalam kondisi sehari-hari. Kondisi ini melibatkan suasana hati yang tertekan atau hilangnya minat dan kesenangan dalam berbagai aktivitas untuk waktu yang cukup lama.

Menurut WHO, episode depresi biasanya berlangsung hampir sepanjang hari dan terjadi hampir setiap hari selama setidaknya dua minggu. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi kehidupan seseorang di rumah, sekolah, tempat kerja, maupun lingkungan sosial.

Gejala Depresi

Selain merasa sedih atau kehilangan minat, depresi dapat ditandai dengan sulit berkonsentrasi. Seseorang juga dapat merasa sangat lelah, kehilangan energi, mengalami perubahan pada pola tidur, atau nafsu makan, serta merasa bersalah atau tidak berharga.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya