JAKARTA - Fenomena cuaca panas yang kerap melanda belakangan ini ternyata tidak hanya berdampak pada kenyamanan fisik, tetapi juga secara langsung mempengaruhi kondisi emosional masyarakat.
Praktisi Bisnis Lingkungan, Bang Sap dalam unggahan video di akun Instagramnya membeberkan alasan ilmiah di balik fenomena mengapa suhu udara yang terik bisa membuat seseorang jauh lebih gampang emosi dan emosional.
Ia menepis anggapan umum yang menilai sifat gampang marah semata-mata dipicu oleh karakter personal seseorang. Menurutnya, ada peran faktor iklim yang seringkali luput dari perhatian.
"Suhu udara yang panas ternyata bikin orang jadi gampang emosi. Kita sering menganggap marah, bete, atau gampang tersinggung itu murni soal karakter seseorang, kan? Padahal tanpa kita sadari, ternyata kondisi emosional kita dipengaruhi oleh kondisi iklim," kata Bang Sap, dikutip Minggu (27/9/2026).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa cuaca panas bukan pemantik otomatis yang serta-merta membuat setiap individu langsung mengamuk. Pemicu utamanya terletak pada rasa tidak nyaman pada tubuh yang ditimbulkan oleh suhu ekstrem tersebut. Saat suhu udara melonjak, tubuh dipaksa bekerja ekstra keras untuk menjaga stabilitas suhu internal.