AKHIR-akhir ini, cuaca di Indonesia terasa sangat panas. Bahkan, kipas angin pun tidak membantu. Tak heran, banyak orang memilih mandi air dingin untuk menyegarkan tubuh setelah beraktivitas di luar ruangan.
Melansir The Conversation, ternyata cara ini belum tentu efektif untuk menurunkan suhu tubuh. Hal ini dikarenakan air dingin membuat pembuluh darah di dekat kulit menyempit, sehingga pelepasan panas dari tubuh bisa terhambat. Ayo kita cek faktanya.

Saat tubuh kepanasan, pembuluh darah di dekat permukaan kulit akan melebar untuk membantu membawa panas dari bagian dalam tubuh ke permukaan. Proses ini memungkinkan panas dilepaskan ke lingkungan sekitar.
Sebaliknya, paparan air dingin membuat pembuluh darah menyempit sehingga aliran darah ke permukaan kulit berkurang. Kondisi ini dapat menghambat mekanisme tubuh untuk melepaskan panas.
Paparan air yang sangat dingin secara tiba-tiba dapat memicu cold shock response atau respons kejutan dingin. Ketika tubuh mengalami kejutan dingin, pembuluh darah dapat menyempit dengan cepat sehingga tekanan darah meningkat. Respons ini membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah.
Bagi orang yang memiliki penyakit jantung, perubahan tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung. Meski kejadian serius tergolong jarang, paparan dingin yang ekstrem tetap perlu diwaspadai.