Jennifer diketahui telah menjalani latihan Pvolve selama beberapa tahun. Metode olahraga ini membuatnya bisa melatih otot tanpa memberikan tekanan berlebihan pada tubuh.
Dalam rutinitasnya, Jennifer melakukan latihan seluruh tubuh sekitar empat kali dalam seminggu. Setiap sesi biasanya berlangsung sekitar 40–50 menit.
Latihan tersebut juga dibuat cukup bervariasi agar dirinya tak mudah bosan. Selain latihan kekuatan, Jennifer tetap melengkapinya dengan aktivitas lain seperti berjalan kaki, pilates, dan yoga.
Bagi Jennifer, olahraga sekarang bukan lagi sekadar soal membakar kalori atau mengejar bentuk tubuh tertentu. Ia lebih memprioritaskan kekuatan otot, kesehatan tulang, keseimbangan, dan kemampuan tubuh untuk tetap bergerak dengan baik.
Hal ini menjadi semakin penting karena massa otot dan kekuatan tubuh secara alami dapat menurun seiring bertambahnya usia. Latihan kekuatan juga kerap dikaitkan dengan upaya menjaga kesehatan tulang dan mengurangi risiko kehilangan kemampuan bergerak.