ATLET putri Indonesia sukses tampil ciamik di Asian Games 2026. Alhasil, pundi-pundi medali berhasil dipersembahkan para wakil Tanah Air.
Hingga Rabu (23/9/2026) pukul 15.00 WIB, sejumlah atlet putri Indonesia telah menyumbangkan medali untuk kontingen Merah Putih di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Dari 10 medali Indonesia yang tercatat hingga siang ini, 7 di antaranya datang dari nomor putri.
Sumaya menjadi penyumbang medali perak pertama Indonesia di Asian Games 2026. Ia meraihnya dari nomor tunggal putri cabang olahraga teqball.
Sumaya yang tampil gemilang melesat ke final. Di partai puncak, dia kalah dari wakil Myanmar, Wai Khin Hnin, dalam tiga gim dengan skor 12-10, 8-12, 9-12.
Kemudian, ada Eugenia Diva Widodo. Dia bersinar dari cabang olahraga wushu. Tepatnya, Eugenia meraih perunggu nomor changquan putri.
Eugenia meraih nilai 9,706. Ia finis di posisi ketiga dalam final yang berlangsung di Aichi pada 21 September.
Di urutan ketiga, ada Valensia Fahira Hotmauli. Dia juga berhasil mempersembahkan medali perunggu untuk kontingen Indonesia dari cabor MMA.
Valensia tampil ciamik di nomor modern putri kelas 54 kg. Medali tersebut diraihnya pada Senin 21 September 2026.
Atlet putri Indonesia juga berhasil unjuk kekuatan di cabor karate. Kali ini, Leica Al Humaira Lubis yang berhasil meraih medali perunggu. Leica tampil di nomor kumite putri +68 kg. Dia sukses kalahkan karateka Kirgizstan, Begimai Orozalieva, dengan skor 6-1 pada perebutan tempat ketiga di Toyohashi Gymnasium, Aichi, Jepang.
Sebelumnya, langkah Leica ke final terhenti setelah kalah tipis 3-4 dari wakil Thailand, Maneevan Butsuwan, di semifinal. Perunggu ini menjadi medali pertamanya di Asian Games sekaligus hasil positif dalam debutnya di ajang tersebut.
Kembali dari cabor karate, ada Cok Istri Agung Sanistyarani yang juga meraih medali perunggu. Dia mengamankan medali tersebut di nomor kumite putri -55 kg.
Setelah kalah di semifinal dari karateka Iran, Cok Istri Agung merebut tempat ketiga dengan mengalahkan Hafezan Marissa dari Singapura 7-3. Atlet yang akrab disapa Coki yang lahir di Klungkung, Bali, pada 31 Desember 1994 itu memang spesialis nomor kumite yang kerap berkompetisi di kelas 55 kg dan 61 kg.
Berbeda dari 5 nomor sebelumnya, kali ini, medali perunggu dipersembahkan wakil Indonesia di nomor beregu. Ada tim bulu tangkis putri Indonesia yang memastikan medali perunggu setelah kalah 0-3 dari China pada babak semifinal.
Tim bulu tangkis putri Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 terdiri dari 10 atlet, yaitu Putri Kusuma Wardani, Thalita Ramadhani Wiryawan, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, Mutiara Ayu Puspitasari, Rachel Allessya Rose, Febi Setianingrum, Febriana Dwipuji Kusuma, Meilysa Trias Puspitasari, Siti Fadia Silva Ramadhanti, dan Nita Violina Marwah. Meski gagal ke final, pencapaian tim bulu tangkis putri Indonesia tetap patut diapresiasi karena telah tebus kegagalan di edisi sebelumnya yang gagal raih 1 pun medali dari nomor apa pun.
Teranyar, ada Luluk Diana Tri Wijayana. Dia tambah perolehan medali perunggu Indonesia usai tampil apik di cabor angkat besi nomor 49 kg putri.
Luluk tampil mengesankan di Nagoya City Trade and Industry Center, Nagoya, Jepang pada Rabu (23/9/2026) siang WIB. Pada clean and jerk, Luluk meraih angkatan terbaik yakni 103 kg meski sempat gagal di percobaan pertama.
Kemudian pada snatch, Luluk sukses pada tiga kali percobaannya. Pada percobaan pertama, ia mengangkat beban seberat 83 kg, kemudian 86 kg, dan 88 kg. Dengan demikian, Luluk meraih total 191 kg dari angkatan clean and jerk dan snatch.
Sementara, medali emas berhasil didapat atlet Korea Utara, Song Gim Ri, dengan total angkatan 215 kg. Kemudian medali perak direbut oleh atlet India, Mirabai Chanu Saikhom, yang mendapatkan total angkatan 198 kg.
Selain nama-nama yang sudah memastikan medali, masih ada sejumlah atlet putri Indonesia yang juga berpeluang persembahkan medali di Asian Games 2026. Di antaranya, ada Derli Amalia Putri, Arista Perdana Putri Darmoyo, Rihadatul Asyifa, dan Yemima Natalia Sinaga yang masih berjuang di arena menembak pada hari ini.
(Djanti Virantika)