JAKARTA - Ketika orangtua terserang penyakit menular, menjaga anak agar tetap sehat menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, interaksi antara orangtua dan anak biasanya berlangsung sangat dekat sehingga risiko penularan bisa meningkat.
Meski tidak selalu dapat mencegah penularan sepenuhnya, sejumlah langkah sederhana di rumah dapat dilakukan untuk menekan risikonya. Mulai dari menjaga kebersihan tangan hingga membatasi kontak fisik untuk sementara waktu.
Berikut sejumlah cara yang dapat diterapkan orangtua ketika sedang sakit yang dilansir dari Gleneagle.
1. Terapkan Etika Batuk dan Bersin
Saat batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau bagian dalam siku. Hindari menutupnya dengan telapak tangan karena tangan dapat menjadi media perpindahan kuman.
Setelah menggunakan tisu, segera buang ke tempat sampah dan cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
2. Rajin Mencuci Tangan
Kebersihan tangan menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit di dalam rumah. Orangtua yang sedang sakit sebaiknya lebih sering mencuci tangan, terutama setelah batuk, bersin, atau membuang ingus.
Jika air dan sabun tidak tersedia, gunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60 persen. Kebiasaan ini juga perlu diterapkan oleh anggota keluarga lainnya.
3. Gunakan Masker Saat Berdekatan dengan Anak
Orangtua yang sedang mengalami infeksi saluran pernapasan dapat menggunakan masker ketika harus berada dekat dengan anak. Masker dapat membantu mengurangi penyebaran percikan pernapasan yang berpotensi membawa virus atau bakteri.
Langkah ini menjadi semakin penting apabila orangtua tetap harus membantu memenuhi kebutuhan anak selama sakit.
4. Bersihkan Benda yang Sering Disentuh
Permukaan yang sering disentuh bersama sebaiknya dibersihkan secara rutin. Beberapa di antaranya adalah gagang pintu, sakelar lampu, meja, telepon genggam, remote, hingga perangkat elektronik lainnya.
Membersihkan permukaan tersebut secara berkala dapat membantu mengurangi kemungkinan perpindahan kuman melalui benda yang digunakan bersama.
5. Kurangi Kontak Fisik untuk Sementara
Selama sakit, usahakan mengurangi kontak fisik yang tidak diperlukan dengan anak, terutama jika penyakit yang dialami mudah menular.
Jika kondisi dan situasi rumah memungkinkan, orangtua yang sakit dapat beristirahat di kamar terpisah. Penggunaan kamar mandi terpisah juga dapat dipertimbangkan apabila tersedia.
Namun, jika orangtua merupakan satu-satunya pengasuh anak, langkah pencegahan seperti penggunaan masker dan mencuci tangan perlu lebih diperhatikan.
6. Ibu Sakit Tetap Bisa Menyusui
Ibu yang sedang sakit pada umumnya tetap dapat melanjutkan pemberian ASI, kecuali tenaga kesehatan menyarankan sebaliknya. ASI mengandung berbagai komponen yang mendukung sistem kekebalan bayi.
Ketika ibu mengalami infeksi, tubuh dapat menghasilkan antibodi sebagai bagian dari respons terhadap penyakit. Dalam kondisi tertentu, antibodi tersebut dapat diteruskan melalui ASI.
Jika ibu tidak memungkinkan menyusui secara langsung, ASI dapat diperah sehingga bayi tetap memperoleh ASI sesuai kebutuhannya.
7. Pastikan Imunisasi Anak Lengkap
Orangtua juga perlu memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal yang direkomendasikan tenaga kesehatan. Vaksinasi membantu memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit infeksi dan menurunkan risiko mengalami penyakit berat.
Jika anak belum mendapatkan vaksin tertentu atau jadwal imunisasinya tertunda, konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk mengetahui langkah selanjutnya.
8. Segera Konsultasi ke Dokter Jika Kondisi Memburuk
Apabila gejala penyakit pada orangtua tidak kunjung membaik atau justru semakin berat, segera konsultasikan kondisi tersebut kepada tenaga kesehatan.
Hal yang sama berlaku apabila anak mulai menunjukkan gejala sakit atau terdapat kekhawatiran mengenai kemungkinan penularan. Tenaga kesehatan dapat memberikan saran sesuai jenis penyakit dan kondisi masing-masing anggota keluarga.
Menjaga kebersihan, membatasi kontak dekat, serta menerapkan etika batuk dan bersin memang tidak menjamin penularan dapat dicegah sepenuhnya. Namun, berbagai langkah tersebut dapat membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit di lingkungan rumah.
Yang tak kalah penting, orangtua perlu memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat dan mendapatkan penanganan yang sesuai agar proses pemulihan berjalan dengan baik.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)