Skin Booster dari Donor Kulit Manusia Bikin Awet Muda? Ini Penjelasan Dokter

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Jum'at 18 September 2026 19:10 WIB
Skin Booster dari Donor Kulit Manusia Bikin Awet Muda? Ini Penjelasan Dokter (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Perawatan kulit menggunakan skin booster kembali menjadi perhatian setelah munculnya Re2O di Korea Selatan. Produk tersebut ramai dibicarakan karena menggunakan bahan dasar yang berasal dari jaringan kulit manusia yang telah didonorkan.

Dokter Aesthetic dr. Nana menjelaskan, penggunaan jaringan donor dalam produk tersebut tidak berarti kulit dari jenazah langsung disuntikkan ke wajah pasien. Jaringan telah melewati serangkaian proses medis sebelum digunakan.

“Lagi viral banget di Korea ada skin booster yang namanya RE20. Nah, yang bikin heboh karena bahan dasarnya memang berasal dari jaringan kulit donor manusia yang sudah meninggal,” ujar dr. Nana melalui akun TikToknya.

“Tapi tunggu dulu, jangan langsung dibayangin kayak kulit jenazah itu langsung disuntikin ke wajah kita. Gak gitu ya. Jadi, jaringannya ini sudah melalui proses medis sehingga yang digunakan adalah struktur jaringan yang sudah diproses, bukan sel hidup dari donor itu,” sambungnya.

Termasuk Natif Collagen Skin Booster

Menurut dr. Nana, hal lain yang membuat Re2O menarik perhatian adalah jenis teknologi yang digunakan. Produk tersebut termasuk dalam kategori natif collagen skin booster, yang saat ini mulai dikenal di Indonesia.

“Nah, yang bikin Re2O ini viral bukan cuma karena dia bahan dasarnya dari mayat, tapi juga karena dia ini termasuk jenis natif collagen skin booster,” katanya.

“Natif collagen ini sekarang juga mulai cukup booming di Indonesia,” lanjut dr. Nana.

Ia menjelaskan, natif collagen memiliki mekanisme yang berbeda dengan collagen stimulator yang lebih dulu banyak dikenal dalam perawatan estetika.

Bedanya dengan Collagen Stimulator

Collagen stimulator bekerja dengan merangsang kulit agar memproduksi kolagen secara alami. Dalam penjelasannya, dr. Nana mengibaratkan collagen stimulator sebagai pihak yang mendorong kulit untuk bekerja menghasilkan kolagen.

“Kalau collagen stimulator itu fungsinya dia untuk ngerangsang collagen yang sudah ada di kulit kita. Jadi, dia nyuruh kulit kita itu untuk bikin collagen sendiri biar lebih cepat,” jelasnya.

“Kayak istilahnya dia mandornya gitu ya,” sambung dr. Nana.

Sementara itu, natif collagen memiliki pendekatan berbeda. Teknologi ini memberikan semacam struktur atau kerangka yang dapat mendukung proses regenerasi jaringan kulit.

“Nah, sedangkan si natif collagen ini, dia itu yang ngasih scaffolding atau kerangka si collagennya. Jadi, kulit itu tinggal melanjutkan proses regenerasi gitu,” tutur dr. Nana.

Tujuannya Sama-Sama Perbaiki Kualitas Kulit

Meski memiliki mekanisme yang berbeda, dr. Nana mengatakan kedua jenis perawatan tersebut pada dasarnya memiliki tujuan yang serupa, yakni membantu memperbaiki kualitas kulit.

“Jadi, sebenarnya tujuannya sih sama-sama aja untuk memperbaiki kualitas kulit, untuk anti-aging, biar kulitnya itu kencang. Cuma cara kerjanya aja yang berbeda,” katanya.

Dengan demikian, istilah natif collagen tidak berarti pasien menerima sel kulit hidup dari donor. Material yang digunakan telah melalui proses pengolahan sebelum diaplikasikan dalam perawatan.

Pilihan Natif Collagen di Indonesia

dr. Nana juga menyebut teknologi natif collagen sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya baru di Indonesia. Menurutnya, sudah terdapat sejumlah pilihan dengan sumber bahan yang berbeda dan telah tersedia secara resmi.

“Di Indonesia sendiri sebenarnya itu udah ada beberapa pilihan natif collagen dengan sumber yang berbeda-beda dan sudah tersedia secara resmi,” ujar dr. Nana.

Ia menambahkan, salah satu produk berbasis natif collagen yang tersedia menggunakan sumber dari hewan.

“Salah satu sumbernya itu ada yang dari kuda, ada yang dari sapi,” tuturnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya