JAKARTA - Perawatan kulit menggunakan skin booster kembali menjadi perhatian setelah munculnya Re2O di Korea Selatan. Produk tersebut ramai dibicarakan karena menggunakan bahan dasar yang berasal dari jaringan kulit manusia yang telah didonorkan.
Dokter Aesthetic dr. Nana menjelaskan, penggunaan jaringan donor dalam produk tersebut tidak berarti kulit dari jenazah langsung disuntikkan ke wajah pasien. Jaringan telah melewati serangkaian proses medis sebelum digunakan.
“Lagi viral banget di Korea ada skin booster yang namanya RE20. Nah, yang bikin heboh karena bahan dasarnya memang berasal dari jaringan kulit donor manusia yang sudah meninggal,” ujar dr. Nana melalui akun TikToknya.
“Tapi tunggu dulu, jangan langsung dibayangin kayak kulit jenazah itu langsung disuntikin ke wajah kita. Gak gitu ya. Jadi, jaringannya ini sudah melalui proses medis sehingga yang digunakan adalah struktur jaringan yang sudah diproses, bukan sel hidup dari donor itu,” sambungnya.
Menurut dr. Nana, hal lain yang membuat Re2O menarik perhatian adalah jenis teknologi yang digunakan. Produk tersebut termasuk dalam kategori natif collagen skin booster, yang saat ini mulai dikenal di Indonesia.