HYROX Buka Suara Usai Dikecam soal Atlet Diare di Arena

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Senin 14 September 2026 17:07 WIB
HYROX Buka Suara Usai Dikecam soal Atlet Diare di Arena (Foto: Instagram)
Share :

JAKARTA - Penyelenggara kompetisi kebugaran HYROX akhirnya memberikan penjelasan terkait kontroversi yang melibatkan atlet Australia, Joanna Wietrzyk. Insiden tersebut terjadi ketika Wietrzyk mengalami buang air besar tanpa sengaja saat mengikuti perlombaan di Beijing, China.

Alih-alih menghentikan pertandingan, Wietrzyk tetap menyelesaikan seluruh rangkaian perlombaan dan berhasil menjadi pemenang di kategori elit putri. Kejadian tersebut kemudian terekam dan tersebar luas di media sosial.

Dalam pernyataan melalui akun Instagram resmi HYROX, penyelenggara mengakui insiden tersebut memunculkan persoalan terkait penerapan prosedur medis dan biokontainmen yang mereka miliki.

Menurut HYROX, kejadian tersebut merupakan situasi yang belum pernah mereka hadapi sebelumnya. Kondisi itu membuat penerapan protokol yang selama ini dirancang untuk kompetisi elit dan peserta dalam jumlah besar menjadi tidak jelas.

"Situasi baru dan semakin kompleks" disebut menjadi tantangan yang harus dihadapi HYROX seiring perkembangan olahraga tersebut di berbagai negara.

Penyelenggara menyatakan protokol medis dan biokontainmen sebenarnya telah disiapkan untuk menjaga keselamatan peserta. Namun, dalam kasus Wietrzyk, terdapat ambiguitas mengenai bagaimana aturan tersebut seharusnya diterapkan.

HYROX mengakui berbagai pertanyaan dan kekecewaan yang disampaikan komunitasnya sebagai sesuatu yang wajar. Mereka pun berjanji meninjau kembali kejadian tersebut dan memperbaiki prosedur agar dapat menghadapi situasi serupa di masa mendatang.

Kontroversi bermula setelah Wietrzyk mengalami insiden tersebut dalam perlombaan elit putri pada 12 dan 13 September. Atlet yang juga merupakan duta global PUMA itu tetap melanjutkan kompetisi hingga melewati delapan stasiun dan finis sebagai pemenang divisinya.

Rekaman dan foto kejadian kemudian beredar di berbagai platform media sosial serta forum kebugaran. Reaksi publik pun terbelah, mulai dari mereka yang mengapresiasi kegigihan Wietrzyk hingga pihak yang mempertanyakan aspek kebersihan, keselamatan, dan keadilan bagi peserta lain.

HYROX Minta Atlet Tidak Jadi Sasaran

Selain menjelaskan soal protokol, HYROX juga meminta komunitasnya membedakan kritik terhadap penyelenggara dengan serangan kepada Wietrzyk.

Penyelenggara menilai kritik mengenai bagaimana insiden tersebut ditangani merupakan hal yang dapat dibahas. Namun, mereka menolak adanya ancaman atau tindakan kekerasan yang diarahkan kepada sang atlet.

"Rasa frustrasi seharusnya tidak pernah diarahkan kepada para atlet itu sendiri. Merekalah orang-orang yang mempertaruhkan diri, berkompetisi di level tertinggi, dan menjadikan kompetisi seperti sekarang ini," demikian pernyataan HYROX.

Pihak penyelenggara juga memperingatkan pengguna media sosial yang menyampaikan ancaman maupun mendorong tindakan berbahaya terhadap Wietrzyk.

HYROX menyatakan akan menelusuri akun-akun yang terlibat, baik melalui komentar, pesan langsung, maupun platform media sosial lainnya. Mereka yang terbukti melakukan ancaman kekerasan atau mendorong tindakan berbahaya akan dikenai larangan permanen mengikuti seluruh acara HYROX.

Wietrzyk Sempat Beri Respons

Wietrzyk sendiri tampaknya turut menanggapi kontroversi tersebut melalui unggahan Instagram yang kini telah dihapus.

Dalam unggahan itu, atlet tersebut membagikan foto selfie dari rumah sakit. Ia menyinggung pengalaman yang baru saja dilaluinya sekaligus menyampaikan apresiasi kepada orang-orang yang memberikan dukungan.

"Kata pepatah, berjuanglah sekuat tenaga atau pulang saja... kemenangan tetaplah kemenangan. Dengan sungguh-sungguh, terima kasih atas semua dukungannya. Saya akan segera kembali," tulis Wietrzyk dilansir dari Perth Now.

Kontroversi ini membuat HYROX berada di bawah sorotan terkait kesiapan protokol medis dan biokontainmen dalam menangani situasi tidak terduga selama kompetisi. Penyelenggara menyatakan akan menggunakan insiden tersebut sebagai bahan evaluasi untuk memperjelas prosedur mereka ke depan.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya